“Sinkronisasi waktu libur antara pesantren dan sekolah akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih seimbang dan terintegrasi. Kami berharap adanya dialog konstruktif untuk mencapai kesepakatan yang membawa kemaslahatan semua pihak,” harapnya.
Selain itu, Prof Mukri menambahkan bahwa sinkronisasi waktu libur juga akan mendukung pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan pada santri.
“Melalui libur yang diselaraskan, kita dapat memberikan ruang bagi santri untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing,” imbuhnya. (JFA)



![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-225x129.jpg)





![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-129x85.jpg)







![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

