“Sinkronisasi waktu libur antara pesantren dan sekolah akan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih seimbang dan terintegrasi. Kami berharap adanya dialog konstruktif untuk mencapai kesepakatan yang membawa kemaslahatan semua pihak,” harapnya.
Selain itu, Prof Mukri menambahkan bahwa sinkronisasi waktu libur juga akan mendukung pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan pada santri.
“Melalui libur yang diselaraskan, kita dapat memberikan ruang bagi santri untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing,” imbuhnya. (JFA)






![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-225x129.jpg)

![Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam tengah menjalani perawatan dan pemulihan di RSPAD Gatot Subroto. [Foto: WiDEAZONE.com]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0038-225x129.jpg)



![Ketua Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sumatera Selatan [AP3K Sumsel], Riduan SPd Gr](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0026-129x85.jpg)






