Ketua PBNU Dorong Sekolah dan Pesantren Lakukan Sinkronisasi Waktu Libur

- Jurnalis

Selasa, 26 Desember 2023 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PBNU Bidang Pendidikan Prof Mohammad Mukri

Ketua PBNU Bidang Pendidikan Prof Mohammad Mukri

WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Selain sistem pendidikan formal berupa sekolah dan madrasah, di Indonesia juga terkenal adanya sistem pendidikan pesantren yang merupakan sistem pendidikan tertua di Nusantara. Seiring perkembangan zaman, sudah terjadi integrasi dua sistem pendidikan tersebut. Misalnya sebuah pesantren berada dalam satu manajemen dengan sekolah dan pesantren yang mengelola madrasah atau sekolah.

Manajemen yang terpadu itu membuat pengelolaannya bisa bersinergi dan berjalan baik. Namun ada juga kondisi di mana seorang santri di sebuah pesantren menjadi pelajar di sekolah atau madrasah di luar pesantren.

Baca Juga:  Sekolah Rasa "Double Track" SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Pendidikan Prof Mohammad Mukri mendorong sekolah dan pesantren melakukan sinkronisasi kebijakan dalam mengelola peserta didik, termasuk mengenai waktu pembelajaran setiap harinya dan waktu libur bagi santri dan pelajarnya.

Baca Juga:  Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Sebab faktanya, masih terdapat kesenjangan dalam jadwal libur antara sekolah dan pesantren. Hal itu berpengaruh pada psikologi santri dan siswa. Di satu sisi, ada pesantren yang masih menggunakan kalender hijriah untuk menentukan waktu libur, terutama di bulan Maulud. Di sisi lain, sekolah-sekolah umum menggunakan sistem libur yang umumnya terfokus di pertengahan dan akhir tahun masehi.

Berita Terkait

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:10 WIB

OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB