“Kondisi ini (perbedaan jadwal libur) memerlukan komunikasi dari pihak terkait termasuk orang tua santri atau pelajar. Jika tidak disinkronisasi dapat mempengaruhi keseimbangan dan keharmonisan proses belajar mengajar,” kata Prof Mukri.
Ia menegaskan, sekolah dan pesantren harus saling memahami kondisi yang ada sekaligus mengambil keputusan yang bijak dalam sinkronisasi waktu libur. Dengan hubungan simbiosis mutualisme yang sudah terjalin di antara keduanya, maka penting untuk menjaga agar kebijakan yang diambil tidak menjadikan para santri dan pelajar kehilangan waktu liburnya.
Rektor Univesitas Blitar ini mengatakan bahwa momentum libur bukan hanya sebuah kesempatan bagi santri dan siswa untuk merefresh psikologinya, tetapi juga sebagai waktu berkumpul bersama keluarga.
“Libur adalah saat yang sangat penting untuk merayakan momen kebersamaan, terutama dengan keluarga. Ini adalah waktu untuk melepas penat, mempererat hubungan, dan mengisi kebersamaan dengan kebahagiaan,” ungkap Prof Mukri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-225x129.jpg)





![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-129x85.jpg)







![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

