Pada masa penjajahan Jepang, kebiasaan membeli baju baru jelang Lebaran agak tersendat. Pada masa itu rakyat jelata sebenarnya mempunyai cukup uang, tapi barang-barang menjadi sangat langka.
“Produksi terus digenjot untuk memenuhi keperluan militer Jepang, bahan pangan di pasar banyak menghilang. Rakyat digerakkan untuk kerja paksa, bahkan pakaian disita,” jelas Thomas J. Lindblad dalam “Krisis Ekonomi dalam Sejarah Indonesia Abad ke-20”.
Hal itu termuat dalam buku “Dari Krisis ke Krisis: Masyarakat Indonesia Menghadapi Krisis Ekonomi Selama Abad 20”. Namun, setelah Indonesia merdeka keadaan perekonomian dan industri membaik.
Tradisi beli baju Lebaran itu pun berlanjut hingga sekarang. Setiap menjelang Idulfitri, masyarakat Indonesia berbondong-bondong pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari baju baru. Tetapi di zaman sekarang orang-orang tinggal checkout baju baru di marketplace secara online.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















