Cat merah yang nampak seperti pertumpahan darah adalah simbol pembalasan pribadi yang mengerikan. Memercikkan cat merah di pinut juga cukup untuk menakut-nakuti orang agar segera menyelesaikan utangnya.
Meski demikian, taktik yang biasanya dilakukan oleh rentenir tersebut telah hilang di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir karena proliferasi kamera keamanan. Namun, di masa lalu, sulit untuk menentukan siapa yang memercikkan cat merah di tengah malam.
Diaspora Tionghoa di luar China biasanya tinggal di kawasan yang sama. Meski di perantauan, mereka tetap menjalankan budaya, yang salah satunya berwujud tanggung jawab kolektif untuk membantu sesama warga Tionghoa agar tidak terlilit masalah finansial. Karena hal ini, mereka biasanya akan terus mengingatkan dan membujuk seseorang agar segera melunasi utang. Praktek ini juga membuat orang akan sulit mangkir dari tanggung jawabnya. (JFA)
Halaman : 1 2



















