Brasil Umumkan Keadaan Darurat, 570 Anak Tewas

- Jurnalis

Senin, 23 Januari 2023 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: REUTERS/Pilar Olivares

Sumber foto: REUTERS/Pilar Olivares

WIDEAZONE.COM, BRASIL | Kementerian Kesehatan Brasil telah mengumumkan keadaan darurat medis di wilayah Yanomami, cagar alam terbesar di negara itu yang berbatasan dengan Venezuela. Hal ini menyusul laporan anak-anak yang meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit lain yang disebabkan oleh penambangan emas ilegal.

Sebuah keputusan yang diterbitkan pada hari Jumat oleh pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva yang akan datang mengatakan tujuan dari deklarasi tersebut adalah untuk memulihkan layanan kesehatan kepada orang-orang Yanomami yang telah dibongkar oleh pendahulunya dari sayap kanan Jair Bolsonaro.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Dalam empat tahun kepresidenan Bolsonaro, 570 anak Yanomami meninggal karena penyakit yang dapat disembuhkan, terutama malnutrisi tetapi juga malaria, diare, dan malformasi yang disebabkan oleh merkuri yang digunakan oleh penambang emas kucing liar, platform jurnalisme Amazon Sumauma melaporkan, mengutip data yang diperoleh FOIA.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Lula mengunjungi pusat kesehatan Yanomami di Boa Vista di negara bagian Roraima pada hari Sabtu menyusul publikasi foto yang menunjukkan anak-anak dan pria dan wanita lanjut usia sangat kurus sehingga tulang rusuk mereka terlihat.

Berita Terkait

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB