WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Dalam rangkaian pertemuan secara terpisah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) ,Bawaslu mengajak para jurnalis memproduksi kepemiluan secara benar. Menurut Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dan Anggota Bawaslu Lolly Suhenty hal ini demi pendidikan politik dan mencegah merebaknya hoaks (kabar bohong).
Bagja menyatakan polarisasi politik pada Pemilu 2024 mendatang dapat memicu pelanggaran dan perpecahan di masyarakat. Dia menuturkan polarisasi ini telah terjadi dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019 yang lalu dan berhasil diminimalisir karena adanya kerjasama dengan Pers. Sehingga dia melihat dikarenakan Pemilu akan lebih besar yaitu menghadapi Pemilihan di 514 Kabupaten/kota dan 33 pemilihan Gubernur maka persiapan perlu lebih ekstra lagi.
“Kita punya pengalaman polarisasi calon presiden di tahun 2014 dan 2019. Kami tidak bisa sendiri (menangani polarisasi), ini sangat dibutuhkan kerja sama bersama teman-teman PWI,” jelas Bagja di Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-225x129.jpg)





![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-129x85.jpg)









