WIDEAZONE.COM, JAKARTA BARAT | Usai perayaan Imlek 2023, warga juga mulai bersiap untuk perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh sendiri bermakna malam Ke-15, serta menjadi rangkaian penutup dari acara tahun baru Imlek.
Cap Go Meh terdiri dari bahasa Hokkien “Cap Go” dan “Meh”. Cap Go mempunyai arti “15”, sementara Meh diterjemahkan sebagai “malam”.
Tradisi ini diklaim berasal dari masyarakat Tionghoa, dikenal dengan nama Yuan Xiao Jie yang artinya Festival Lampion. Sebab itu, ada banyak masyarakat yang menyebutnya dengan Cap Go Meh atau Festival Lampion.
Orang-orang biasanya melakukan perayaan di malam hari dengan cara memasang lampion. Pada pemerintahan Dinasti Han, Cap Go Meh dimeriahkan dengan pemasangan lampion di berbagai tempat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

