Antisipasi Karhutla, Presiden Terapkan Empat Arahan

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2020 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait upaya penanganan Karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait upaya penanganan Karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

LAPORAN dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG), Indonesia akan mengalami musim kemarau yang terbagi menjadi 17% di bulan April 38%, bulan Mei 27% dan bulan Juni. Sebagian besar di daerah akan terjadi pada bulan Agustus 2020.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Dalam rapat terbatas untuk mengantisipasi kebakaran hutan, Presiden Joko Widodo, mengatakan bahwa masih memiliki persiapan satu bulan untuk mengingatkan hal itu.

“Kita masih memiliki persiapan, paling tidak satu bulan untuk mengingatkan ini,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Seingat Kepala Negara, pada Januari atau Februari lalu, sudah membahas rapat besar tentang hal itu.

Dalam rapat terbatas itu, Presiden menyampaikan beberapa arahan, pertama, terkait manajemen lapangan.

Manajemen lapangan, kata Kepala Negara, harus terkonsolidasi dan terkoordinasi dengan baik. Area-area yang rawan hotspot dan update infornasi ini sangat penting.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

“Manfaatkan teknologi untuk peningkatan monitoring dan pengawasan dengan sistem dashboard,” ujarnya.

Saat ia di Riau, kata Presiden, Polda Riau memberikan contoh dan dapat dilihat langsung ke dashboard untuk menggambarkan situasi di lapangan secara rinci dan detail.

“Saya kira kalau seluruh wilayah yang rawan kebakaran ini bisa dibuat seperti itu, pengawasannya akan lebih mudah,” jelas Presiden.

Selain instrumen teknologi, Presiden juga menyampaikan, harus memiliki infrastruktur pengawasan hingga ke tingkat bawah.

Terkait masalah itu, kata Presiden, harus menyertakan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa. “Jika masih kecil, api bisa diselesaikan lebih efektif dan lebih efisien dibanding sudah berkobar besar, lalu pontang-panting untuk memadamkannya,” kata Presiden.

Kedua, Presiden juga mengingatkan bahwa jangan setelah api membesar baru ada upaya untuk memadamkannya.

Apabila ada titik api, semua petugas harus cepat cepat tanggap. Presiden meminta ke pada gubernur, para bupati, wali kota, pangdam, danrem, dandim, kapolda, kapolres, harus cepat tanggap mengenai hal itu.

Baca Juga:  Kabut Asap Karhutla "Meradang" di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Ketiga, Presiden juga menyampaikan bahwa 99 persen kebakaran hutan itu diakibatkan ulah manusia, baik disengaja atau karena kelalaian.

“Karena itu penegak hukum harus tegas bertindak dan tanpa kompromi untuk menyelesaikan masalah ini,” tukas Presiden.

Keempat, untuk mencegah kebakaran di lahan gambut, Presiden meminta penataan ekosistem gambut yang dilakukan secara konsisten.

“Saya kira, LHK, BRG dan Kementerian PU harus terus menjaga agar tinggi permukaan air tanah tetap basah di lahan gambut. Dengan sekat kanal, embung, sumur bor, dan teknologi pembasahan lainnya sudah dilakukan. Hanya inilah yang harus konsisten kita berdayakan,” ujar Presiden menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer/D’Miska-rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Berita Terbaru