Angka COVID-19 di Sumsel Turun, Tiga Daerah Masih Meradang

- Jurnalis

Rabu, 18 Agustus 2021 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Angka kasus penyebaran COVID-19 di bumi Sriwijaya berangsur menurun. 

 Pada 16 Agustus 2021, penambahan kasus di Sumsel sebanyak 237 kasus, sehingga total saat ini menjadi 55.058 kasus. 

Bertepatan HUT RI ke 76, 17 Agustus 2021 kasus penambahan positif sebanyak 372.

Terkait status zona merah yang sebelumnya ada di 13 daerah dari 17 Kabupaten/kota, mulai kemarin hanya ada tiga Kabupaten yang masih meradang dengan zona merah yakni, Kabupaten Banyuasin, OKU dan Musi Rawas.

Sedangkan 12 Kabupaten/kota lainnya berstatus zona orange dan dua lagi sudah berstatus zona kuning. Jumlah kasus yang terus menurun ini juga mempengaruhi bed occupancy ratio (BOR), di mana saat ini tercatat 44 persen.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

“Data terakhir pada Selasa kemarin kasus memang turun, BOR juga turun. Ini hal yang baik dan semoga saja masyarakat semakin patuh prokes (Protokol Kesehatan), walaupun indikator turun. Sehingga kalau stabil terus mudah-mudahan lepas dari zona merah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, Rabu (18/8/2021).

Ia mengatakan, penurunan kasus di Sumsel ini lantaran efek PPKM, serta pengurangan mobilitas masyarakat dan kepatuhan prokes yang semakin ketat. “Penanganan ke rumah sakit sesuai prosedur dan melakukan evaluasi dan audit pelayanan kesehatan RS serta pengawas RS. Sehingga pelayanan sesuai prosedur,” ucapnya.

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Pihaknya pun terus memaksimalkan testing kepada masyarakat. Bahkan adanya wacana pengurangan biaya tes PCR tentu akan berdampak signifikan untuk penambahan testing tersebut.

“Saat ini biaya PCR di Sumsel masih bervariasi Rp750-900 ribu. Dan ada aturan pemerintah agar PCR menjadi Rp500 ribu. Ini wajib dipatuhi. Untuk 3T harus ditingkatkan. Vaksin diberikan terus di Sumsel serta kepatuhan masyarakat terhadap prokes,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bantuan rapid antigen dalam jumlah besar akan digelontorkan. “Treatment yang baik yaitu tempat isolasi mandiri juga cukup banyak dan ini diawasi petugas sesuai dengan prosedur, ini diharapkan dapat menurunkan COVID-19,” tuturnya. (Y2N)

Berita Terkait

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terbaru