WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Tokoh wartawan wanita pertama dari Sumatera Barat, Ruhana Kuddus, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Menurut pemerhati masalah kewartawanan nasional, Dr Tarech Rasyid MSi, perjuangan Ruhana Kuddus dalam menegakkan kebenaran sebagai jurnalis dari Sumatera Barat, sangat istimewa.
“Sebagai seorang wanita di alam penjajahan Belanda, sangat tidak mungkin ada wanita seberani Ibu Ruhana. Wajar apabila wanita itu memperoleh gelar sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Tarech Rasyid, seorang pemerhati masalah jurnalistik Sumatera Selatan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sabtu (9/11/2019).

Menurut Tarech, perjuangan Ruhana untuk memberdayakan wanita pribumi saat itu patut dikagumi. Dari tulisan yang ia buat di Surat Kabar Poetri Hindia, kerap dianggap pemerintah penjajah Belanda terlalu tajam.
Karena itu, kata Tarech, Surat Kabar Poetri Hindia akhirnya dibreidel pemerintah Belanda.
Yang membuat Tarech mengaggumi Ibu Ruhana adalah, perjuangannya untuk mencerdaskan bangsanya, terutama untuk kaum wanita.
“Buktinya, ketika Poetri Hindia dibreidel Belanda, beliau justru memerbitkan Soenting Melajoe di tahun 1911. Saya sangat apresiatif,” katanya.
Menurut pelaku jurnalistik dari dua surat kabar besar Sumatera Selatan (Sriwijaya Post-Sumatera Express) di tahun 1980-1990an itu, Tarech sangat setuju jika Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar Pahlawan Nasional ke pada Ruhana Kuddus.
“Ibu Perkasa” dari Sumatera Barat tersebut, ujar Tarech, memiliki semangat nasionalis yang patut dicontoh generasi milenial (terutama generasi muda wanita) saat ini.
“Sebab perjuangannya yang begitu berat di masa penjajah Belanda, diwujukan Ibu Ruhana dengan perjuangan intelektualnya,” kata Tarech.
Dengan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, tambahnya, berarti bertambah satu lagi keperkasaan anak bangsa yang dialokasikan sebagai pejuang nasional di bidang kewartawanan. (anto narasoma/abror vandozer)



![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0011_copy_1730x1026-225x129.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, bersama Wakil Gubernur H Cik Ujang, menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri], Sabtu 25 April 2026, malam.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0003_copy_632x373-225x129.jpg)




![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0011_copy_1730x1026-129x85.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, bersama Wakil Gubernur H Cik Ujang, menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri], Sabtu 25 April 2026, malam.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0003_copy_632x373-129x85.jpg)





![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0011_copy_1730x1026-360x200.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, bersama Wakil Gubernur H Cik Ujang, menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri], Sabtu 25 April 2026, malam.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260427-WA0003_copy_632x373-360x200.jpg)

