Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Tekan Kemiskinan dan Kemandirian Pangan Sumsel dalam Podcast detikcom

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, mulai dari upaya menekan angka kemiskinan hingga mendorong kemandirian pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan [GSMP].

Hal tersebut disampaikan dalam podcast bersama wapemred detik.com di Griya Agung Palembang, Minggu 26 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengungkapkan pengalamannya saat menjabat sebagai bupati, dengan fokus utama menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebutkan, pada awal masa jabatannya, angka kemiskinan berada di kisaran 17 persen dan berhasil ditekan hingga satu digit dalam waktu empat tahun.

“Empat tahun kemudian saya bisa menurunkan angka kemiskinan secara signifikan hingga satu digit. Bahkan saat itu saya diundang ke Istana pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan daerah tersebut menjadi kabupaten tersejahtera di Sumsel,” ungkapnya.

Namun, saat dipercaya menjadi gubernur, angka kemiskinan di Sumsel kembali berada di kisaran 13 persen. Ia menegaskan bahwa tantangan sebagai gubernur jauh lebih kompleks dibandingkan sebagai bupati, baik dari sisi luas wilayah, karakteristik daerah, maupun peran sebagai wakil pemerintah pusat. Meski demikian, pada masa kepemimpinannya, angka kemiskinan Sumsel kembali berhasil ditekan menjadi 9,85 persen pada tahun 2025.

“Tidak boleh ada yang bertentangan. Semua harus berjalan dalam satu orkestrasi yang jelas, sejalan dengan program pusat,” katanya.

Untuk menekan kemiskinan, Herman Deru memulai dari pembenahan infrastruktur serta penurunan biaya hidup masyarakat. Ia menilai, kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya pendapatan, tetapi juga tingginya biaya hidup.

Baca Juga:  Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026

Melalui pembangunan infrastruktur dan interkoneksi antarwilayah, distribusi barang menjadi lebih efisien sehingga mampu menekan biaya transportasi. Dampaknya, harga kebutuhan pokok, khususnya pangan, menjadi lebih terjangkau.

“Dari kondisi sekitar 60 persen, infrastruktur kita meningkat menjadi di atas 90 persen dalam kondisi mantap. Ini berdampak langsung pada turunnya biaya distribusi,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumsel juga memperkuat layanan kesehatan, termasuk program berobat gratis serta optimalisasi posyandu. Modernisasi alat timbang dari manual ke digital menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akurasi data kesehatan anak.

Upaya tersebut berdampak signifikan terhadap penurunan angka stunting. Herman Deru menyebutkan, angka stunting yang sempat berada di kisaran hampir 25 persen pada 2021 berhasil ditekan menjadi sekitar 18 persen pada 2023.

“Sumsel menjadi salah satu provinsi dengan penurunan stunting paling signifikan, dan kita mendapat penghargaan dari Wakil Presiden,” ujarnya.

Di sektor pangan, Herman Deru menegaskan pentingnya kemandirian melalui GSMP yang mulai digagas sejak 2021. Program ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.

“Kenapa harus beli kalau bisa menghasilkan sendiri. Pemerintah hadir memberikan bibit, pupuk, sekaligus mengubah mindset masyarakat,” katanya.

Ia menilai ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang bahkan lebih penting dari alat utama sistem pertahanan (alutsista).

“Tidak mungkin kita bicara pertahanan kalau masyarakat lapar. Tidak mungkin menciptakan generasi cerdas jika kekurangan gizi,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Tegaskan Peran Strategis Sumsel sebagai Motor Kolaborasi Sumbagsel

Meski sempat dianggap sebagai program kecil, GSMP kini dinilai mampu menjaga stabilitas harga dan mencegah panic buying di masyarakat.

Di sektor pertanian, Sumsel juga mencatat peningkatan signifikan. Dari peringkat kedelapan nasional, kini Sumsel masuk dalam tiga besar peningkatan produksi pertanian secara nasional. Bahkan, Presiden RI mengundang langsung Sumsel dalam kegiatan panen raya.

Selain itu, Herman Deru menyoroti potensi perkebunan sawit di Sumsel yang mencapai sekitar 1,4 juta hektare. Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak terjadi alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit.

“Yang penting jangan sampai sawah dialihfungsikan. Kita harus tetap menjaga ketahanan pangan,” katanya.

Ke depan, setelah berhasil mendorong surplus pangan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas.

“Sekitar 67 persen penduduk kita akan berada di usia produktif. Ini peluang sekaligus tantangan,” ujarnya.

Dalam hal pembiayaan daerah, Herman Deru juga mendorong kreativitas pemerintah kabupaten/kota dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penguatan peran BUMD agar sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.

Di akhir pernyataannya, Herman Deru menyampaikan harapannya agar masyarakat Sumsel dapat hidup bahagia dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, serta merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

“Sumsel ini heterogen, banyak suku dan latar belakang. Namun, jika rukun dan tidak ada konflik, itu sudah menjadi salah satu kunci kebahagiaan masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize
Open House Idul Adha 1447 Wagub Cik Ujang Buka Rumah Dinas untuk Semua Kalangan
Gubernur Herman Deru Isi Hari Raya Idul Adha dengan Berbagi Kurban

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB