Aksi Damai di Polres Lombok Tengah Berakhir Tertib

- Jurnalis

Sabtu, 14 November 2020 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamina

Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamina

WIDEAZONE.COM, PRAYA — Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, menggelar aksi damai di Polres Lombok Tengah, Sabtu (14/11/29).

Aksi damai tersebut dalam rangka meminta klarifikasi pihak Kepolisian Polres Lombok Tengah terkait kasus pencemaran nama baik salah satu tokoh Pondok Pesantren Darul Muhajirin, yang dilakukan oknum masyarkat inisial JP melalui akun media sosial facebooknya.

M Sarki dalam orasinya mengatakan, dirinya bersama jamaah lainnya datang untuk mempertanyakan kasus pencemaran mama baik gurunya. Karena telah dilecehkan oleh oknum tertentu yang menganggapnya sebagai pencuri.

“Pelaku telah diamankan atau tidak, berikan kami kepastian hukum,” katanya.

Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, menggelar aksi damai di Polres Lombok Tengah, Sabtu (14/11/29).
Puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Praya, menggelar aksi damai di Polres Lombok Tengah, Sabtu (14/11/29).

Ustad Bajuri Najmudin yang juga hadir dalam kegiatan itu meminta kepada para jamaah untuk tetap tenang. Karena terduga pelaku telah diamankan dan saat ini kasusnya masib dalam pengembangan proses penyidikan.

Baca Juga:  Kejari Palembang Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Dugaan Korupsi BPFK

“Terduga pelaku telah diamankan, untuk proses lebih lanjut kita serahkan kepihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Wakapolres Lombok Tengah Kompol Ketut Tamina mengatakan, pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku. Dan meminta waktu kepada warga, karena kasus ini masih proses penyidikan dan pengembangan. Dalam kasus ITE ini butuh alat bukti.

“Terduga pelaku masih diajak mencari barang bukti, berikan kami waktu untuk bekerja sesuai prosedur” katanya.

Baca Juga:  Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Lanjut Tamiana, dia meminta kepada warga untuk bisa menahan diri dan tidak ada tindakan-tindakan yang melawan hukum atau main hakim sendiri. Karena kasus tersebut sudah ditangani oleh pihaknya yaitu Satreskrim Polres Lombok Tengah.

“Kami minta kepada warga untuk tidak melakukan tindakan yang melawan hukum, apalagi sampai main hakim sendiri,” ungkapnya

Setelah mendengarkan keterangan pihak aparat, warga membubarkan diri dengan tertib, meskipun sempat tegang saat warga melihat tersangka diturunkan dari Mobil aparat dan dibawa masuk ke ruangan Satreskrim Polres Lombok Tengah. (Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
PGRI Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ringkus Predator Anak di Gandus
Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus Diringkus, Polisi: Tak Ada Ruang bagi Predator Anak

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:50 WIB

Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB