Rapid Tes tak Digunakan bagi Diagnostik

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2020 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr Reisa Broto Asmoro

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr Reisa Broto Asmoro

BANYAK pasien yang terkontaminasi positif COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala apapun. Gejala ini sangat rentan untuk menularkannya ke orang lain.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Kondisi pasien seperti ini sangat berbahaya. Karena tanpa disadari dapat menularkan COVID-19 ke orang lain.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan pasien dengan kondisi ini secara tak diketahui dapat menukarkan covid-19 ke orang lainnya.

“Ini merupakan tugas kita, agar pasien yang terpapar corona tidak menularkannya lagi ke orang lainnya,” ujar dr Reisa pada konferensi pers Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB Jakarta, Sabtu lalu (18/7/2020).

Karena itu Reisa berharap agar masyarakat rajin memeriksakan diri melalui rapid tes atau swab tes apabila diperkukan.

Menurut anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), kata Reisa, untuk mencegah atau mengendalikan virus corona, bisa dilakukan program kegiatan rapid tes.

Baca Juga:  BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

“Patut kita syukuri Indonesia sudah bisa membikin alat rapid tes sendiri, dengan tingkat akurasi tinggi. Ini bisa kita gunakan secara maksimal,” ujar Reisa.

Dengan pembuatan alat tes sendiri atau PCR, katanya, bisa digunakan secara luas. Selain itu, pemerintah selalu mendukung pembuatan alat PCR.

Sesuai arahan presiden, pemeriksaan PCR harus ditingkatkan di dalam masyarakat. Peningkatan bisa dilakukan hingga mencapai 30.000 tes setiap harinya.

“Namun pemeriksaan PCR perlu dilakukan dengan strategi yang jelas. Sedangkan pengendalian dan pemeriksaan spesimen bisa diprioritaskan ke pada pasien yang memenuhi devinisi kasus suspek COVID-19. Terutama untuk manajemen klinis pengendalian wabah yang dilakukan secara klinis,” ujar Reisa.

Baca Juga:  Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Menurut Reisa, pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR atau VTM itu harus direkomendasi melalui wasoparing di ujung hidung, atau di bagian dalam tenggorokan.

Pemeriksaan itu, kata Reisa, harus dilakukan dengan cara memasukkan swab yang terbuat dakron atau rayon steril. Sedangkan tangkainya dari plastik dari jenis flox yang bertangkai lentur ke dalam hidung.

“Hasil sampelnya akan dikirim ke laboratorium. Kebetulan saat ini sudah lebih dari 300 laboratorium yang siap uji,” katanya.

Terkait masalah itu, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sangat menghargai masukan dari berbagai pihak.

Termasuk berbagai masukan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS Patklin) terkait penggunaan rapid tes. Namun rapid tes tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik. (*)

Laporan Abror Vandozer/D’Miska
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Berita Terbaru