WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Pasca dilantiknya sebagai Menteri BUMN oleh Presiden Joko Widodo, 23 Oktober 2019 lalu, Erick Thohir mulai bergelut dengan 142 perseroan besar milik negara.
Selain itu, ia juga mengelola 800-an anak cucu turunannya dari berbagai sektor. Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismaiil mengatakan, Erick Thohir merupakan sosok yang menjadi harapan baru bagi maayarakat secara luas untuk dapat menata kembali BUMN Indonesia.
“Saat ini Pak Menteri BUMN terus melakukan berbagai upaya pembenahan dengan cara menempatkan figur-figur yang kompeten sebagai komisariscdan direksi dalam berbagai perseroan milik negara,” ujar Yakub, saat diwawancarai media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, Minggu (15/12/2019), di Jakarta.
Selain itu, Erick Thohir pun menjalankan usaha nasional dan multinasional, didukung aspek chanel yang luas menjadi panduan lengkap.
Menurut Yakub, sikap Menteri BUMN itu sangat tegas dan terukur, menjadikan dirinya tidak ragu mengambil keputusan. “Pak Menteri telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang menjadi pesan tegas dan komitmen good corporate govermance di tubuh BUMN,” katanya.
Erick Thohir, kata Yakub, sepatutnya menjadi alarm bagi para bos BUMN Indonesia. Sebagaimana diketahui, gebrakan perdana Menteri BUMN Erick Thohir melakukan terobosan dengan membentuk satuan tugas untuk segera merampungkan proyek kereta cepat Bandung-Jakarta pada November lalu.
Task force dibentuk oleh Erick Thohir dan dipimpin oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KICIC), Chandra Dwiputra.
Dengan hadirnya satuan tugas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat beroperasi sesuai time scedulle yang diitargetkan pada tahun 2021.
“Menteri BUMN juga tengah melalukan sederet aksi bersih-bersih di tubuh BUMN yang diawali dengan cara memangkas jumlah deputi dari tujuh menjadi tiga di Kementerian BUMN.
Kebijakan itu mendapat apresiasi dari Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail. Memurut Yakub, aksi restrukturisasi di Kementerian BUMN itu sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan efiisensi birokrasi demi percepatan langkah untuk membangun bangsa.
Saat ini Menteri BUMN sedang melakukan evaluasi terhadap anak serta cucu perseroan yang dibuat oleh berbagai BUMN Indonesia. (*)
Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma



















