Ternyata, Kadinsos Palembang Sebut Tidak Ada Anggaran Bantuan Banjir

PJ Walikota Palembang Ratu Dewa kala meninjau dan membagikan bantuan beras bagi warga yang terdampak banjir di Lorong Prajurit Nangyu, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Selasa 30 Januari 2024.
PJ Walikota Palembang Ratu Dewa kala meninjau dan membagikan bantuan beras bagi warga yang terdampak banjir di Lorong Prajurit Nangyu, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Selasa 30 Januari 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Alokasi anggaran untuk membantu warga yang terdampak banjir ternyata tidak tersedia pada Dinas Sosial [Dinsos] Kota Palembang. Berkenaan dengan hal itu Dinsos tersebut tidak terlibat dalam penyaluran bantuan.

“Tidak ada lokasi anggaran banjir, karena hanya air pasang bukan banjir seperti di daerah lain di Sumsel. Jadi memang tidak disusun anggarannya,” jelas Kadinsos Palembang M Ichsanul Akmal pada Senin 12 Februari 2024.

banner 468x60

Ungkap Ichsanul, tidak ada anggaran untuk banjir ini karena dianggap sebagai kejadian insidentil atau pasang surut yang hanya berlangsung sementara.

Sebaliknya, sambung Kadinsos, banjir di Muratara beberapa waktu lalu dianggap sebagai kasus tanggap darurat, sehingga anggaran dapat dialokasikan meskipun tidak termasuk dalam anggaran tahun 2024.

“Instruktur dari Wali Kota dapat membuat anggaran darurat jika situasinya mengharuskan, tetapi karena tidak ada dan tidak termasuk dalam anggaran tahun 2024, korban banjir tidak mendapatkan bantuan,” sebut dia.

Terlebih, pada banjir Januari lalu beberapa warga mendapat bantuan dari sentra, namun tidak semua terdampak banjir mendapatkan bantuan karena keterbatasan jumlah bantuan yang diterima dibandingkan dengan jumlah warga yang terdampak.

“Hal itu karena tidak ada alokasi anggaran, Dinsos tidak dapat memberikan bantuan khusus untuk penanggulangan banjir. Mereka hanya dapat memberikan bantuan dapur umum jika dibutuhkan oleh warga,” tuturnya.

Dilanjutkan Ichsanul, pengajuan surat harus dilakukan melalui RT atau RW setempat, dan akan dievaluasi untuk menentukan kepentingan peruntukannya.

Jika dianggap sesuai dan memadai, akan disusun dapur umum dengan tenda dan mobil dapur umum yang dibantu oleh Tagana.

Banjir Januari lalu, Dinsos mendirikan dapur umum di 26 Ilir, namun saat ini belum ada bantuan dapur umum yang didirikan di lokasi banjir terkini.

“Pengajuan dari warga di Pulau Kerto telah diteruskan ke Provinsi karena jumlah yang dibutuhkan melampaui kapasitas unit Dinsos kota,” tuturnya.

Sementara, Pj Wali Kota Palembang H Ratu Dewa mengatakan niatnya untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Palembang dengan melibatkan pihak ketiga.

“Atau melalui forum CSR,” sebutnya.

 “Solusinya melibatkan pihak ketiga atau melalui forum CSR,” tambah dia. [AbV]