SEKOLAHNYA DIGRATISKAN

- Jurnalis

Senin, 14 Januari 2019 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMKN 5 Palembang beserta Guru Didik

Kepala SMKN 5 Palembang beserta Guru Didik

WIDEAZONA.COM, PALEMBANG — Hak anak, baik penyandang disabilitas mau pun berstruktur tubuh normal, posisinya sama.

Karena itu Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palembang, Drs H Zulfikri MSi, mengatakan pihaknya memperlakukan kedua status berada dalam posisi yang sama.

“Karena itu, di sekolah kami ada beberapa anak penyandang disparitas, namun mereka diperlakukan sama dengan anak-anak normal lainnya,” ujar Zulfikri, di ruang kerjanya, Senin (14/1/2019).

Anak-anak penyandang instabilitas itu, katanya, mempunyai nilai kecerdasan dan kreatifitas yang membanggakan. “Bahkan, ada di antaranya yang memiliki nilai tinggi dalam.pelajaran tertentu,” katanya.

Baca Juga:  ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Karena itu Zulfikri justru mendorong mereka untuk lebih tampil di depan dalam berbagai aktifitasnya.

Terkait anak-anak tidak mampu, Zulfikri berharap agar pendidikan mereka tidak terputus. Sebab menghadapi masa depan, anak-anak ini harus memiliki ijasah kelulusan dengan nilai terbaik.

“Anak-anak dari kalangan tidak mampu harus terus belajar. Kita akan memberi prioritas kepada mereka, dengan sekolah gratis. Bahkan untuk ongkos ke sekolah, mereka kita beri uang sebesar Rp 200 ribu sebulan,” kata Zulfikri.

Baca Juga:  Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Agar anak-anak tersebut tidak minder, mereka kita diperbantukan agar mereka dapat membantu pihak sekolah untuk membersihkan ruang kelas, halaman atau yang terkait dengan ruang lingkup sekolah.

“Ini kita lakukan agar mu.ncul rasa tanggung jawab, sehingga dengan pemberitahuan ongkos itu mereka peroleh dari hasil keringatnya sendiri,” ujarnya.

Fakta ini diberlakukan agar anak-anak itu terdidik secara mandiri dan tidak hidup ketergantungan. (anto/abror)

Berita Terkait

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:10 WIB

OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB