Opini  

Sastra, Kematian dan Sejarah Kehidupan Kita

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

SEBAGIAN besar orang terasa ngeri ketika membicarakan ikhwal kematian. Meski usia mereka sudah bertengger di level lima (puluh) atau enam (puluh), mereka merasa takut membicarakan soal mati. Kenapa begitu?

Secara tak sadar, bagi orang-orang itu, suasana alam dunia merupakan ruang kehidupan yang menyajikan segalanya.

banner 468x60

Sebab mereka telah menikmati rezeki Allah SWT berupa finansial yang berlimpah, sehingga mereka takut ditinggal limpahan harta yang telah membuat mereka hidup nyaman, tenang, dan bahagia.

Apa yang mereka inginkan, semua akan tercukupi. Bahkan apa yang mereka harapkan di luar kemampuan orang lain, mereka mampu memenuhinya. Ah, pokoknya semua itu menghadirkan suasana surga (dunia) yang sayang untuk ditinggalkan.

Karena itu mereka enggan dan takut berbicara soal kematian. Sebab setiap napas dan detak jantung mereka yang berdetak adalah harta.