Kapasitas Data Center RI Diproyeksi Tembus 11 GW, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan Nota Kesepahaman penyediaan tenaga listrik untuk kegiatan usaha Telkom Group antara PLN yang diwakili Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar [kedua dari kanan] didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy [kanan] dengan Telkom Indonesia yang diwakili Direktur Utama Telkom Indonesia, Nanang Hendarno [kedua dari kiri] didampingi Direktur Strategic Business Development and Portofolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji [kiri] di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum [DTIIF] 2026, Selasa [27/10].

Penandatanganan Nota Kesepahaman penyediaan tenaga listrik untuk kegiatan usaha Telkom Group antara PLN yang diwakili Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar [kedua dari kanan] didampingi Direktur Retail dan Niaga PLN, M Fahrur Rozy [kanan] dengan Telkom Indonesia yang diwakili Direktur Utama Telkom Indonesia, Nanang Hendarno [kedua dari kiri] didampingi Direktur Strategic Business Development and Portofolio Telkom Indonesia, Seno Soemadji [kiri] di acara Danantara Technology Innovation Investment Forum [DTIIF] 2026, Selasa [27/10].

‎WIDEAZONE com, JAKARTA | Ledakan industri pusat data [data center] dan perkembangan kecerdasan buatan [artificial intelligence/AI] menjadi tantangan baru bagi sektor ketenagalistrikan nasional. Mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi tersebut, PT PLN [Persero] menggandeng PT Telkom Indonesia [Persero] Tbk dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [BPI Danantara] untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia.
‎
‎Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman [MoU] antara PLN dan Telkom terkait penyediaan tenaga listrik untuk kegiatan usaha Telkom Group di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2026.
‎
‎Kerja sama tersebut mencakup penyediaan tenaga listrik, layanan prioritas, pemanfaatan energi bersih [green energy] hingga layanan di luar penjualan tenaga listrik [beyond kWh].
‎
‎Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan pembangunan pusat data dan infrastruktur digital dengan kesiapan pasokan listrik nasional. Sebab, operasional pusat data berskala besar membutuhkan energi dalam jumlah tinggi dengan pasokan yang stabil dan berkelanjutan.
‎
‎Urgensi penguatan infrastruktur tersebut tergambar dari data Indonesia Data Center Provider Organization [IDPRO]. Kapasitas pusat data Indonesia tercatat berada di kisaran 1 gigawatt [GW] per Mei 2026 dan berpotensi melonjak hingga 11 GW pada 2030.
‎
‎Artinya, kebutuhan energi untuk menopang industri pusat data diperkirakan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
‎
‎Direktur Utama PLN Suroso Isnandar, mengatakan pertumbuhan industri pusat data harus diimbangi kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan agar kebutuhan listrik industri digital dapat terpenuhi tanpa mengorbankan keandalan sistem.
‎
‎”Pertumbuhan industri data center di Indonesia membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar, tetapi juga andal dan stabil. Melalui kolaborasi ini, PLN siap menjajaki skema penyediaan infrastruktur kelistrikan yang sesuai kebutuhan,” ujar Suroso.
‎
‎Menurutnya, PLN memperhatikan tiga aspek penting dalam mendukung pengembangan industri tersebut, yakni keandalan [reliability], kemampuan pengembangan kapasitas [scalability], dan keberlanjutan [sustainability].
‎
‎Kolaborasi ini juga diumumkan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum [DTIIF] 2026. Forum tersebut menjadi wadah pertemuan BUMN, investor, mitra teknologi, dan pemangku kepentingan untuk mendorong investasi serta pengembangan teknologi nasional.
‎
‎Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Irwan Rei, menegaskan pengembangan infrastruktur AI nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak dengan kemampuan yang saling melengkapi.
‎
‎Danantara, kata dia, berperan mengorkestrasi BUMN, penyedia infrastruktur, mitra teknologi, hingga ekosistem investasi agar pembangunan AI tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi berlanjut pada pemanfaatan teknologi dan penciptaan nilai ekonomi.
‎
‎Sementara itu, Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyebut pengembangan AI membutuhkan fondasi infrastruktur komputasi berskala besar. Integrasi pusat data, konektivitas, energi, kawasan industri, serta layanan cloud menjadi faktor penting dalam membangun kemandirian infrastruktur digital Indonesia.
‎
‎Melalui kolaborasi tersebut, TelkomGroup mendorong pengembangan sovereign AI infrastructure atau infrastruktur AI berdaulat agar Indonesia memiliki fondasi teknologi yang mampu menopang kebutuhan digital nasional.
‎
‎Sebagai tindak lanjut, PLN dan Telkom akan membahas kebutuhan teknis, lingkup pekerjaan, skema investasi, pengaturan komersial, serta mekanisme implementasi.™  Seluruh pengembangan akan didasarkan pada hasil kajian dan kesepakatan definitif para pihak. [red]

Baca Juga:  Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terkait

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019
HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa
Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot
Plang PBB Bapenda Terpasang di Dua Objek IGM, Marzuki Alie Minta DPRD Bersikap Tegas
BREAKING NEWS: Bapenda Palembang Pasang Plang Penunggak Pajak di Dua Objek STIMIK IGM

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kapasitas Data Center RI Diproyeksi Tembus 11 GW, PLN Siapkan Pasokan Listrik Andal

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019

Berita Terbaru