Sanksi Keterlambatan, Baca Yasin Di Tempat

- Jurnalis

Kamis, 21 Februari 2019 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMKN 5 Palembang beserta Guru Didik

Kepala SMKN 5 Palembang beserta Guru Didik

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Untuk menyikapi para siswa yang datang terlambat, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palembang yang beralamat di Jalan Demang lebar Dauin ini menerapkan sanksi membaca Surat Yasin. Sanksi ini mulai efektif diterapkan sejak Kamis 21 Februari 2019.
Kepala SMK Negeri 5 Palembang Drs. H. Zulfikri, M.Pd menjelaskan, sanksi yang diberikan tersebut, merupakan sebuah formula baru yang dihasilkan oleh SMKN 5, setelah mengevaluasi jumlah siswa yang terlambat datang pada pagi hari, tidak pernah berkurang.


Zulfikri menyebutkan berdasarkan pengamatannya, sanksi yang diterapkan sebelumnya seperti menyiram bunga di taman ataupun membersihkan halaman, hanya dipandang remeh oleh para siswa. Sehingga, tidak ada rasa tanggung jawab dari siswa, untuk datang ke sekolah tepat pada waktunya.
“Kami perhatikan, kalau cuma menyiram mereka pandang enteng. Setelahnya, kami mencari formulasi baru, bagaimana caranya supaya jumlah siswa terlambat semakin berkurang. Kita tetapkan, bahwa sanksi yang diberikan adalah diwajibkan untuk membaca Surat Yasin,” jelas Zulfikri.
Dengan Yasin kata Zulfikri, timbul rasa penghormatan para siswa kepada Alquran, karena membaca Surat Yasin tidak bisa dianggap main-main. Hal ini secara langsung juga memunculkan motivasi para siswa, untuk cepat datang ke sekolah. “Alhamdulillah, setelah resmi diterapkan pada Kamis 21 Februari 2019, jumlah siswa yang terlambat sudah mulai berkurang,” imbuhnya.

Baca Juga:  ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

 

 

Baca Juga:  Assessment Center Polda Sumsel Perkuat Meritokrasi Jabatan Tinggi di Prabumulih

Zulfikri menambahkan, pemberian sanksi tersebut juga mempertimbangkan beberapa manfaat. Di antaranya yakni bermanfaat bagi para siswa, untuk memperlancar bacaan Surat yasin. Kemudian, untuk mendukung program TPA. Selain itu, turut mendukung program Sekolah Literasi.
“Lebih daripada itu, manfaatnya juga bernilai ibadah tentunya. Di samping itu juga, kita dapat menemukan siapa saja siswa yang belum lancar mengaji, itu semua yang menjadi evaluasi kami, untuk mencoba membuat program membaca Surat yasin semakin digalakkan,” kata Zulfikri. (zein)

Berita Terkait

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Berita Terbaru