Renovasi Kuliner Terancam Batal, ini Kendalanya

- Jurnalis

Kamis, 17 Februari 2022 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Renovasi Kuliner Terancam Batal

Renovasi Kuliner Terancam Batal

WIDEAZON.com, BANYUASIN | Bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Banyuasin melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan [Diskoperindag] dengan membuat perencanaan memperbaiki bangunan kuliner.

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan menengah [UMKM] di masyarakat baik dari kalangan atas maupun kalangan menengah ke bawah.

Kuliner yang akan direnovasi tersebut di Jalan Merdeka tepatnya depan Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin. Rencananya tempat itu akan diperbaiki dan dijadikan lokasi pusat pembelanjaan oleh-oleh khas banyuasin.

Namun, nampaknya wacana yang sudah dimulai dari tahun 2020 lalu hingga saat ini belum direalisasikan.

Baca Juga:  Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

“Perencanaan saat ini hanya pendataan pedagang, tentunya kita akan melihat reaksi mereka seperti apa. Jika mereka mau tidak menutup kemungkinan kita kembalikan seperti dulu kuliner Banyuasin,” jelas Kepala Koperasi Perindustrian dan Perdagangan [Diskoperindag] Banyuasin melalui Kepala UPT Kuliner Soraya saat dikonfirmasi, Kamis [17/2].

Dikatakannya, sementara ini akan dilakukan sosialisasi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, dan menata pedagang lalu kita masukan kedalam Usaha Kecil Menengah [UKM] yang ada di pusat kuliner.

Kendala yang dihadapi yakni pedagang dilokasi tersebut sepi. Soraya menjelaskan, kemungkinan tempat itu bukan lokasi strategis atau pun memang kurang peminat bahkan faktor lain seperti harganya yang mahal.

Baca Juga:  Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang

“Satu persatu pedagang mengundurkan diri, tidak tau penyebab nya apa. Tetapi yang pasti lokasi disana dari dulu sepi pembeli. Itu yang menjadi kendala selama ini,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, kendala untuk anggaran pembangunan perbaikan memang terpangkas akibat Covid-19.

“Anggaran kita tidak ada. Tetapi tetap berusaha dengan memulai sosialisasi dengan pedagang, kalau seandainya pedagang nya mau kita usahakan akan bangun,” tuturnya.[Desy OY]

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terbaru