Kapal Wang Ji Hong
Mendengar suara tiupan terompet dari kapal komando, Laksamana Wang Ji Hong segera bersiaga. Tangannya menggenggam kuat gagang pedang di samping pinggangnya. Begitu juga dengan puluhan prajurit yang sejak tadi bersembunyi di dalam ruangan geladak. Tanpa menunggu komando, mereka mulai menarik pedangnya masing-masing. Cahaya kembang api yang menyatu dengan kilatan petir membuat senjata di tangan para prajurit seperti taring harimau yang sudah siap mengincar mangsanya.
Dari balik remang-remang cahaya, Wang Ji Hong mendapati beberapa bayangan perompak berhasil melompat naik ke atas geladak kapalnya. Mereka mulai sibuk memeriksa susunan peti-peti kayu di anjungan kapal. Wang Ji Hong menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Dadanya naik turun menahan gemuruh aliran darah menyaksikan satu persatu para perompak masuk ke dalam jebakannya. Hujan turun semakin deras.
Petir dan angin saling bersahutsahutan, keduanya seperti sepasang kekasih yang saling susul menyusul melepas rindu di atas pulau Maspari yang gelap gulita. Laut yang kemarin tenang, malam ini seperti seorang pencemburu. Ombak setinggi pinggang semakin liar, menggulung kabut yang berwarna merah pucat dengan ganasnya. Kawasan Pulau Maspari di malam itu seperti tungku air yang mendidih. “Serang!!!” Wang Ji Hong berlari menuju lambung kapal sambil menghunuskan pedang di tangannya. Mendengar aba-aba dari komandannya, para prajurit yang bersembunyi di dalam ruang geladak satu persatu berhamburan keluar.
Masing-masing segera mencari lawan tandingnya sendirisendiri. Mereka sudah siap mengadu nyali dan mengadu kepandaian dalam mengayunkan pedang melawan para perompak. Ayunan senjata mulai berkelebatan di tengah guyuran hujan. Suara benturan pedang dan kapak silih berganti dengan kilatan petir yang terus menyambar-nyambar di atas langit. Pekikan semangat dan jerit kesakitan dari pertempuran jarak dekat itu mulai membahana di tengah samudera.
Gerombolan perompak semakin banyak berdatangan di atas kapal. Begitu juga prajurit Wang Ji Hong yang muncul dari persembunyian mereka di bagian bawah lambung kapal. Kedua Prahara di Pulau Maspari | 136 belah pihak seperti seperti ratusan semut yang saling beradu kekuatan di bawah guyuran hujan. Saat pertempuran terjadi, sebuah tebasan pedang berhasil memotong sebilah papan tong kayu tempat Shi Daniang bersembunyi.
Akibat sabetan tersebut, gadis yang sejak sore tadi tertidur pulas sontak terhenyak. Shi Daniang mencoba mendengar lebih teliti suara yang berderak-derak di dekat tempat persembunyiannya. Semula, Shi Daniang mengira Ji Sun telah berhasil menemukan tempat persembunyiannya, lalu sengaja menggoyang-goyangkan bagian atas tong kayu untuk membuatnya terbangun. Namun, saat mengintip pemandangan dari balik celah kayu yang terpotong, mata gadis itu seketika terbelalak.
Shi Daniang melihat ada kilatan-kilatan pedang dan ayunan senjata kapak yang saling beradu serta saling menebas sasarannya. Hal yang paling ditakutkan gadis berhidung mancung itu akhirnya benar-benar terjadi di hadapannya saat ini. Untuk sesaat, Shi Daniang berharap apa yang tengah terjadi di depan matanya adalah mimpi buruk.
Namun, saat seorang perompak jatuh dan tewas seketika di depan tempatnya bersembunyi, gadis itu tersadar bahwa orang yang tewas menganga dengan mata yang melotot kesakitan adalah nyata. “Crash!” Sebuah kapak menancap di atas tong kayu. Shi Daniang dengan sigap membekap mulutnya sendiri. Sepasang tangan kecilnya berusaha meredam jerit ketakutan yang seketika datang mencabik-cabik tubuhnya dari dalam. Cipratan darah dari sepotong tangan perompak yang putus terkena sabetan pedang mengenai wajah Shi Daniang. “Empphhhh!!” Shi Daniang menahan pekik ketakutannya sekuat tenaga. Tong kayu di bawah tiang kapal itu benar-benar menjadi benteng sekaligus neraka bagi putri sulung Shi Jin Qing di malam itu.






![Keterangan pers pada Rabu 2 September 2026, Kepala Kejari [Kajari] OKU Timur Dennie Sagita SH MH didampingi para kepala seksi, membeberkan sederet angka yang menggambarkan aktivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260902-WA0013-225x129.jpg)

![Mobil Listrik asal Vietnam bakal mengaspal di Palembang. [Gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260905-WA0013-225x129.jpg)



![Keterangan pers pada Rabu 2 September 2026, Kepala Kejari [Kajari] OKU Timur Dennie Sagita SH MH didampingi para kepala seksi, membeberkan sederet angka yang menggambarkan aktivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260902-WA0013-129x85.jpg)




![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

