Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 12: Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

BAB 12: Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

Kapal Chen Zhuyi

“Apa Tuan Chen tidak curiga dengan kondisi kapal yang gelap?” Anggota perompak di samping Chen Zhuyi bertanya dengan nada ragu-ragu. “Apakah kita memiliki sejarah ragu-ragu dalam merompak kapal?” Chen Zhuyi balik bertanya. Suara beratnya terdengar bergetar menahan geram. “Tidak ada tuan Chen,” Anggota perompak yang berjenggot seperti rambut singa itu menjawab dengan rasa hormat. “Kita tidak pernah menyarungkan pedang sebelum ada tetesan darah di atasnya.”

Chen Zhuyi menarik kerah leher perompak berjenggot di sampingnya. “Kalau begitu, keluarkan pedangmu. Perintahkan anak buahmu segera bergerak cepat sebelum pasukan Laksamana menyadari kapal hartanya akan kita rampas!” “Ba..baik tuan Chen.” Perompak berjenggot lebat mengangguk panik. Setelah bagian kerahnya dilepaskan Chen Zhuyi, ia segera bergegas kembali ke kapalnya untuk menyusul rombongan pertama yang telah lebih dulu menyusup di antara kabut dan derasnya hujan.

Petir sesekali muncul membakar awan gelap di atas laut. Bayangan empat puluh kapal perompak muncul samar-samar di antara derasnya hujan. Chen Zhuyi sangat yakin, aksinya merompak kapal harta muhibah kaisar Ming akan berjalan sesuai rencana. Kabut pekat dan derasnya hujan menyelimuti permukaan laut dirasanya telah berhasil membuat kedatangan mereka tidak terlihat. Lelaki berwajah kaku itu memandangi aksi senyap rombongan kedua dengan senyum yang sangat dingin.

Sesaat setelah rombongan kedua perompak menghilang dibalik kabut, Chen Zhuyi mendengar ada gema suara terompet ditiup dari arah armada kapal Laksamana Cheng Ho. Tidak lama berselang, ratusan kembang api melesat dan pecah di udara. Langit seketika menjadi terang benderang. “Sial, kita ketahuan!” Seorang perompak di belakang Chen Zhuyi berteriak panik. “Bawa kapal ini ke depan. Kita bertarung jarak dekat.” Chen Zhuyi menarik gagang pedangnya dengan geram.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru