Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 12: Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

BAB 12: Prahara di Pulau Maspari: Malam Prahara

Kapal Laksamana Cheng Ho

Gumpalan awan gelap seperti terbakar saat petir mulai menyambar-nyambar langit. Hujan turun semakin deras dengan tiupan angin dingin. Ombak mulai menggulung, berusaha mengayun kapal bertiang sembilan itu dengan sapuan air setinggi lutut. Seorang perwira berjubah besi berlari tergesa-gesa menuju buritan kapal. Dengan gerakan kaki yang gesit, ia menaiki anak tangga kayu yang basah diguyur hujan deras tanpa takut akan tubuhnya akan tergelincir jatuh.

Setibanya di depan teras ruang komando, perwira itu menundukkan kepala. Dua kepalan tangannya saling bertemu di ujung kening memberikan penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho. Lelaki berjubah putih dan beberapa perwira tinggi di dekatnya nampak telah bersiap siaga di ruang komando kapal. “Lapor yang mulia, ada pergerakan di depan kapal Wang Ji Hong.”

Lelaki berjubah putih mengangguk. Dipandanginya laut lepas dengan tatapan tajam. Wajahnya yang tegas memancarkan aura kepemimpinan yang sangat kuat. “Nyalakan kembang api, kita akan lihat seberapa banyak kapal mereka.” “Siap Laksamana Cheng Ho!” Sang Laksamana menganggukkan kepala saat perwira berpangkat kapten itu memberikan penghormatan kepada dirinya. Sesaat, ia memandangi gerakan sang perwira yang memunggunginya menuruni tangga.

Setelah bayangan perwira itu hilang di balik tiang anak tanga, sang laksamana memalingkan wajahnya ke arah perwira madya di dekatnya. “Berikan pesan kepada semua prajurit agar bersiaga.” “Siap Laksamana!” Perwira laksamana madya itu kemudian menghampiri seorang prajurit di sisi kanan ruang komando. Usai menyampaikan instruksi Laksamana Cheng Ho, tiupan suara terompet dari kerang besar menggema dengan nada cukup panjang. Suaranya terdengar seperti ribuan tawon lapar di tengah bulan purnama.

Ratusan kembang api yang melesat tiba-tiba dan meledak di udara, membuat langit yang gelap seketika bermandikan cahaya terang. Cahaya merah, kuning dan hijau yang meledak di udara, berpadu dengan kilatan petir yang memenuhi langit membuat semua orang di ruang komando dapat melihat puluhan kapal sedang bergerak cepat ke arah kapal harta muhibah di depan pulau Maspari.

Sepuluh di antaranya sudah merapat di lambung kapal bertiang lima tersebut. Di bawah letupan sinar kembang api, Laksamana Cheng Ho menyaksikan berpuluh-puluh bayangan orang sedang merangkak naik menggunakan tali berpengait di kapal Wang Ji Hong.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru