Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat bernomor 02/FORWIDA/III/2026 tersebut diterbitkan sehari setelah kegiatan berlangsung dan ditandatangani Ketua Umum Forwida, Diah K Pratiwi.

Surat bernomor 02/FORWIDA/III/2026 tersebut diterbitkan sehari setelah kegiatan berlangsung dan ditandatangani Ketua Umum Forwida, Diah K Pratiwi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Penggunaan atribut budaya dalam gelaran Lomba Lari 100 Meter Piala Wali Kota pada 15 Maret 2026 memantik protes Forum Pariwisata dan Budaya Sumatera Selatan [Forwida Sumsel]. Bahkan, secara resmi melayangkan surat terbuka kepada Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang.

Surat bernomor 02/FORWIDA/III/2026 tersebut diterbitkan sehari setelah kegiatan berlangsung dan ditandatangani Ketua Umum Forwida, Diah K Pratiwi.

Dalam surat tersebut, Forwida menyampaikan keberatan atas penggunaan gandik oleh peserta laki-laki dalam lomba. Diah menegaskan bahwa gandik merupakan bagian dari warisan budaya Sumatera Selatan yang memiliki nilai historis dan filosofi kuat.

Baca Juga:  Memasuki Hari ke-25, Satgas TMMD ke-129 Matangkan Strategi Pekerjaan di Lapangan

“Dalam tradisi adat, gandik dikenakan oleh perempuan yang telah menikah, sedangkan laki-laki menggunakan tanjak sebagai penutup kepala,” ujarnya, Rabu 18 Maret 2026.

Menurut Forwida, penggunaan gandik di luar ketentuan adat berpotensi mengurangi nilai serta kehormatan simbol budaya, terlebih ketika digunakan dalam konteks perlombaan olahraga dengan busana kasual.

Dalam sikap resminya, Forwida menyampaikan tiga poin utama. Pertama, menyatakan keberatan atas penggunaan gandik oleh peserta laki-laki karena dinilai menyimpang dari ketentuan adat.

Kedua, meminta panitia dan penyelenggara agar lebih memahami serta selektif dalam penggunaan atribut budaya dan poin ketiga, mendorong agar kejadian serupa tidak terulang dalam kegiatan mendatang.

Baca Juga:  Momen Hangat di Lokasi TMMD, Ketua Tim Wasev Foto Bersama Satgas dan Warga

Forwida juga menegaskan bahwa warisan budaya tidak semestinya digunakan sekadar untuk hiburan tanpa memperhatikan nilai-nilai adat dan etika penggunaannya.

Sebagai organisasi berbasis kolaborasi penta helix yang melibatkan akademisi, budayawan, pemerintah, pelaku usaha, dan media, Forwida mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat warisan budaya daerah.

“Forwida berharap pemerintah daerah dan seluruh penyelenggara kegiatan dapat lebih peka serta berhati-hati dalam memanfaatkan unsur budaya dalam setiap agenda publik,” kata Diah.

Editor AbV/red

Berita Terkait

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Warga Sumringah Terima Baksos TMMD ke-129, Bantuan TNI Jadi Berkah di Hari Penutupan
TMMD ke-129 Berakhir, Kasdam II Sriwijaya Dorong Warga Pertahankan Semangat Gotong Royong
TMMD ke-129 Ditutup, Dansatgas Kodim 0418 Palembang Titip Pesan Penting untuk Masyarakat
Jalan 750 Meter Rampung 100 Persen, Kini Kendaraan Roda Empat Bisa Melintas

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Warga Sumringah Terima Baksos TMMD ke-129, Bantuan TNI Jadi Berkah di Hari Penutupan

Berita Terbaru