Kapal Chen Zhuyi
“Kalian sudah lihat bendera kita berkibar di sana?” Chen Zhuyi memandang kapal di hadapannya dengan wajah gusar. Kelompok penyergap seharusnya sudah menaikkan bendera sebagai tanda telah menguasai kapal. “Belum Tuan!” Sahut seorang perompak di belakang punggung Chen Zhuyi. “Siapkan para pemanah!” Perintah Chen Zhuyi membuat perompak di belakangnya tergagap. “Pa..nah tuan? Tat..tapi bb..bbagaimana dengan teman-teman kita di sana?”
“Apakah kamu ingin kehilangan kesempatan memiliki harta yang bisa menghidupimu tujuh turunan hanya demi mereka?” Chen Zhuyi memutar tubuhnya. Raut wajah kakunya tampak memerah menahan amarah. Tangannya sudah bersiap menarik pedang di pinggang. “Bb..bbaik tuan.” Anggota perompak itu segera memerintahkan para kapten kapal menyiapkan pasukan pemanah menggunakan aba-aba cahaya obor.
Dalam hitungan menit, Chen Zhuyi melihat ratusan orang pemanah sudah siap melepaskan anak panahnya dari puluhan kapal perompak yang sejak tadi mengelilinginya. “Tembak!” Teriakan Chen Zhuyi di tengah lautan itu membuat ratusan anak panah melesat ke arah kapal besar bertiang lima. Pimpinan perompak itu terus meminta anak buahnya menembakkan panah ke kapal harta muhibah. Chen Zhuyi benar-benar tidak peduli jika ratusan anggota perompak meregang nyawa oleh anak panah sendiri.
Baginya, yang terpenting adalah berhasil merampas kapal harta muhibah untuk mendapat pengakuan dunia, bahwa dirinya berhasil mengalahkan Laksamana Cheng Ho yang terkenal dengan armada lautnya. Sayangnya, rencana yang disusunnya dengan baik seolah terbaca oleh sang Laksamana. Kapal besar di depan pulau Maspari itu tidak dipenuhi dengan harta muhibah, melainkan ratusan prajurit bersenjata lengkap yang telah siap menerima kedatangan para perompak.
“Tuan, kapal kita terkepung!” Chen Zhuyi melihat ke sekeliling lautan. Ribuan titik api menyala dari kejauhan menjadi pertanda ada ribuan prajurit siap menembakkan panah api ke arahnya. Formasi kapal yang melengkung seperti kail pengait, juga telah menutup celah jalan pelariannya. Tidak ada jalan untuk kabur melarikan diri. Chen Zhuyi tidak menyangka, keputusannya melepaskan anak panah ke kapal harta muhibah menjadi bumerang baginya dan anggota perompak bajak laut. Ia nyaris tidak bisa berkata-kata saat ribuan panah api melesat di udara, menuju kapal mereka.
Dalam sekejap, beberapa buah kapal nampak menyala-nyala, mulai terbakar di tengah laut. Melihat hanya kapal di bagian depan yang sengaja di bakar oleh panah api, Chen Zhuyi merasa ini barulah sebuah peringatan kecil. Di malam yang penuh amukan badai, perairan pulau Maspari benar-benar seperti neraka kecil bagi Chen Zhuyi.
Pimpinan gembong perompak dan lima ribuan anak buahnya yang terkenal bengis dan kejam di Selat Malaka, telah terkepung armada laut kaisar Ming. Ia dan gerombolannya tengah menjadi bulan-bulanan para prajurit yang dipimpin langsung oleh Laksamana Cheng Ho. Perubahan arus laut menjelang fajar menyingsing juga membuat kapal miliknya terjebak dalam pusaran arus, sedikit demi sedikit kapal para perompak terbawa arus hingga mendekat ke jangkauan tembak meriam.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)
![Wali Kota Ratu Dewa mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI, Sri Haryati, meninjau rumah susun [rusun] Ilir Barat Palembang pada Minggu 25 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261025-WA0007-129x85.jpg)
![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

