Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 13: Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

BAB 13: Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

Kapal Chen Zhuyi

“Kalian sudah lihat bendera kita berkibar di sana?” Chen Zhuyi memandang kapal di hadapannya dengan wajah gusar. Kelompok penyergap seharusnya sudah menaikkan bendera sebagai tanda telah menguasai kapal. “Belum Tuan!” Sahut seorang perompak di belakang punggung Chen Zhuyi. “Siapkan para pemanah!” Perintah Chen Zhuyi membuat perompak di belakangnya tergagap. “Pa..nah tuan? Tat..tapi bb..bbagaimana dengan teman-teman kita di sana?”

“Apakah kamu ingin kehilangan kesempatan memiliki harta yang bisa menghidupimu tujuh turunan hanya demi mereka?” Chen Zhuyi memutar tubuhnya. Raut wajah kakunya tampak memerah menahan amarah. Tangannya sudah bersiap menarik pedang di pinggang. “Bb..bbaik tuan.” Anggota perompak itu segera memerintahkan para kapten kapal menyiapkan pasukan pemanah menggunakan aba-aba cahaya obor.

Dalam hitungan menit, Chen Zhuyi melihat ratusan orang pemanah sudah siap melepaskan anak panahnya dari puluhan kapal perompak yang sejak tadi mengelilinginya. “Tembak!” Teriakan Chen Zhuyi di tengah lautan itu membuat ratusan anak panah melesat ke arah kapal besar bertiang lima. Pimpinan perompak itu terus meminta anak buahnya menembakkan panah ke kapal harta muhibah. Chen Zhuyi benar-benar tidak peduli jika ratusan anggota perompak meregang nyawa oleh anak panah sendiri.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Baginya, yang terpenting adalah berhasil merampas kapal harta muhibah untuk mendapat pengakuan dunia, bahwa dirinya berhasil mengalahkan Laksamana Cheng Ho yang terkenal dengan armada lautnya. Sayangnya, rencana yang disusunnya dengan baik seolah terbaca oleh sang Laksamana. Kapal besar di depan pulau Maspari itu tidak dipenuhi dengan harta muhibah, melainkan ratusan prajurit bersenjata lengkap yang telah siap menerima kedatangan para perompak.

“Tuan, kapal kita terkepung!” Chen Zhuyi melihat ke sekeliling lautan. Ribuan titik api menyala dari kejauhan menjadi pertanda ada ribuan prajurit siap menembakkan panah api ke arahnya. Formasi kapal yang melengkung seperti kail pengait, juga telah menutup celah jalan pelariannya. Tidak ada jalan untuk kabur melarikan diri. Chen Zhuyi tidak menyangka, keputusannya melepaskan anak panah ke kapal harta muhibah menjadi bumerang baginya dan anggota perompak bajak laut. Ia nyaris tidak bisa berkata-kata saat ribuan panah api melesat di udara, menuju kapal mereka.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Dalam sekejap, beberapa buah kapal nampak menyala-nyala, mulai terbakar di tengah laut. Melihat hanya kapal di bagian depan yang sengaja di bakar oleh panah api, Chen Zhuyi merasa ini barulah sebuah peringatan kecil. Di malam yang penuh amukan badai, perairan pulau Maspari benar-benar seperti neraka kecil bagi Chen Zhuyi.

Pimpinan gembong perompak dan lima ribuan anak buahnya yang terkenal bengis dan kejam di Selat Malaka, telah terkepung armada laut kaisar Ming. Ia dan gerombolannya tengah menjadi bulan-bulanan para prajurit yang dipimpin langsung oleh Laksamana Cheng Ho. Perubahan arus laut menjelang fajar menyingsing juga membuat kapal miliknya terjebak dalam pusaran arus, sedikit demi sedikit kapal para perompak terbawa arus hingga mendekat ke jangkauan tembak meriam.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB