Shi Daniang sudah tidak lagi peduli dengan tangan dan pakaiannya yang semakin basah oleh hujan dan genangan darah. Ia hanya bisa menjerit dan menangis sejadi-jadinya memanggil nama sang ayah di antara pertempuran yang sama sekali bukan miliknya. Gadis malang itu mencoba terus merangkak mencari tempat yang aman di antara tubuh-tubuh yang mati mengenaskan.
Suara erangan kesakitan di telinga membuat tulang tangan dan kakinya seperti luruh. Shi Daniang hanya bisa merangkak tertatih dengan hati yang perih. “Sleb.. Sleb.. Sleb..” Tiga batang anak panah yang menancap tiba-tiba satu jengkal di samping badannya membuat putri sulung Shi Jin Qing itu semakin sesak untuk menarik nafas. “A Paaaaa…” Melihat puluhan anak panah melesat cepat ke arahnya Shi Daniang berusaha memanggil ayahnya dengan nada putus asa.
Isak tangis gadis berhidung mancung itu akhirnya pecah di antara lautan amarah dan lolongan kesakitan di atas kapal. Ia hanya bisa pasrah malam ini ajal datang menjemputnya. Di bawah kilatan petir yang menyambar langit, Shi Daniang samar-samar melihat seorang prajurit berlari ke arahnya. Ia juga masih bisa merasakan tubuh tegap dan besar itu memeluknya dengan erat sebelum bagian ujung tajam anak panah menghujani tubuh prajurit itu tanpa ampun.
“Sleb.. Sleb..” Suara dua batang anak panah menancap di bagian punggung sang prajurit. Kesadaran putri saudagar Shi Jin Qing itu lebih dulu hilang, ia jatuh pingsan tanpa sempat mengenali prajurit yang pernah mendayungkan kapal penyelamat itu tersenyum kepadanya, sebelum akhirnya diam tidak bergerak karena dua anak panah yang menancap di punggungnya menembus jantung.
Petir kembali menyambar langit. Suaranya menyalak kencang, seolah ingin mengusir derasnya hujan yang membasahi tubuh Shi Daniang. Gadis malang itu tergeletak tidak sadarkan diri dalam pelukan seorang prajurit yang sudah tidak bernyawa lagi.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

