Kapal Komando Laksamana Cheng Ho
“Lapor Yang Mulia, kapal Wang Ji Hong diserang panah perompak.” Seorang perwira melaporkan situasi terkini kepada Laksamana Cheng Ho dengan sikap penuh hormat. “Mereka terus melepaskan panah meski mengenai para perompak itu sendiri.” Sang perwira melanjutkan laporannya. Lelaki berjubah putih itu menarik nafasnya dalam-dalam. Ia tidak menyangka menyaksikan langsung kebengisan seorang Chen Zhuyi dengan mata kepalanya sendiri.
Demi merampas kapal berisi harta muhibah, ia rela mengorbankan dan menghabisi anak buahnya sendiri. “Siapkan pasukan panah. Lumpuhkan kapal-kapal mereka dengan api.” Laksamana Cheng Ho menyerukan perintah dengan suara lantang. “Sesuai rencana, kapal-kapal yang bertugas mengepung dari belakang segera bergerak dengan posisi meriam siap menembak.” “Siap melaksanakan perintah Yang Mulia.” Perwira di hadapan Laksamana Cheng Ho segera bergegas.
Tidak lama kemudian, suara pukulan genderang terdengar menggema. Kali ini irama nadanya berbeda. Irama yang memberi tanda agar pasukan pemanah segera bersiap menyerang. Tanpa menghabiskan waktu lima belas hitungan, ratusan titiktitik api terlihat menyala dari barisan kapal-kapal armada. Sedetik kemudian, titik-titik api itu melesat ke udara dan menghujani para kapal perompak yang baru saja menghujani kapal Wang Ji Hong dengan anak panah. Dari atas kapal, Laksamana Cheng Ho mendapati kapal-kapal para perompak mulai terbakar.
Namun, beberapa kapal mereka banyak yang mulai terbakar, nyali para perompak tidak juga surut. Mereka seakan saling berlomba-lomba menjemput ajal kematiannya dengan penuh suka cita. Kapal-kapal yang berhasil lolos dari tembakan panah api terus bergerak cepat, menyerang ke arah kapal Wang Ji Hong. “Kapten!” Laksamana Cheng Ho memanggil seorang perwira madya di dekatnya. “Siapkan meriam, dan tunggu aba-abaku untuk menembak.”
“Siap Yang Mulia,” Perwira berpangkat madya segera memerintahkan seorang prajurit memberikan aba-aba kepada semua kapal di baris depan untuk menyiapkan meriam. Di bagian lambung kapal, suara-suara para prajurit menyiapkan meriam mulai terdengar. Beberapa prajurit mulai sibuk memindahkan kotak-kotak kayu berisi peluru meriam, kantong bubuk mesiu, dan sebagiannya lagi berdiri di sisi meriam sembari menggenggam obor di tangannya. “Posisi siaga menembak!” Laksamana Cheng Ho memberikan aba-aba. “Posisi siap menembak!” Perwira di belakang pasukan meriam mengulangi perintah sang Laksamana dengan suara lantang.
Genderang di atas kapal kembali ditabuh, memberi pesan abaaba siap menembak kepada seluruh pasukan meriam. Kapal-kapal para perompak yang terkena serangan panah api mulai terbakar hebat. Hembusan angin kencang membantu api menjilat-jilat hingga kobaran api semakin membumbung tinggi. Tiang-tiang kayu dan bagian-bagian kapal lainnya dalam sekejap dilumat habis hingga menyisakan bara di atas samudera. Para perompak yang berhasil selamat dari hujan panah, bergegas menyelamatkan diri dengan cara melompatkan dirinya ke dalam laut.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-225x129.jpg)
![Dishub Palembang menerbitkan sebanyak delapan sepeda motor, terjaring dalam penertiban parkir liar di Kawasan Tertib Lalu Lintas [KTL] di Kota Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/InShot_20260908_121104658_copy_1365x747-225x129.jpg)
![Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino memberikan keterangan pers soal misteri pembunuhan terhadap Rani [23] dan Ayuhana [18] di di sebuah rumah kosong di kawasan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin pada Senin 7 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0004-225x129.jpg)
![Sebanyak 102 kendaraan roda dua [R2] ditindak Polrestabes Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0003-225x129.jpg)


![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-129x85.jpg)
![Dishub Palembang menerbitkan sebanyak delapan sepeda motor, terjaring dalam penertiban parkir liar di Kawasan Tertib Lalu Lintas [KTL] di Kota Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/InShot_20260908_121104658_copy_1365x747-129x85.jpg)
![Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino memberikan keterangan pers soal misteri pembunuhan terhadap Rani [23] dan Ayuhana [18] di di sebuah rumah kosong di kawasan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin pada Senin 7 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0004-129x85.jpg)


![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)
