Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

- Jurnalis

Senin, 1 Mei 2023 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAB 13: Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

BAB 13: Prahara di Pulau Maspari: Langit Darah

Perairan Pulau Maspari, Selatan Swarnadwipa

by Agus Sulaiman SE & Rohadi Wijaya

WIDEAZONE.com | Hujan masih mengguyur dengan deras. Petir sesekali menyalak keras di balik gumpalan awan gelap. Hujan badai menjelang tengah malam itu semakin mencekam dengan tiupan angin laut yang meraung-raung di antara gulungan ombak yang meninggi. Di atas lantai sebuah kapal, tubuh-tubuh yang jatuh bergelimpangan masih mengeluarkan darah segar. Erangan kesakitan yang menyayat telinga masih terdengar di antara jasad para perompak yang bersimbah darah.

Siapapun yang mendengarnya, akan merasakan kehadiran malaikat maut sudah berada sangat dekat di sampingnya untuk mencabut nyawa. Derasnya air hujan yang turun membuat lantai kayu kapal bertiang lima itu semakin basah oleh genangan darah. Pekik kemarahan dan jerit kesakitan bercampur menjadi satu. Di atas lambung kapal, tidak ada satu ruangpun yang tersisa untuk menghindari ayunan senjata lawan. Tidak ada celah kesempatan sedikitpun untuk mundur ataupun melarikan diri.

Hanya ada dua pilihan yang tersisa, yakni menerjang musuh atau mati akibat kalah cepat mengayunkan senjata. Dari tempat persembunyiannya, Shi Daniang menyaksikan kengerian yang sangat mencekam. Dari dalam tong kayu, gadis berhidung mancung itu dapat melihat dengan jelas sosok Wang Ji Hong menangkis serta membalas serangan-serangan perompak.

Celah Lubang yang cukup lebar membuat Putri sulung Shi Jin Qing itu dapat dengan jelas menyaksikan pedang di tangan perwira itu telah berwarna merah. Begitu juga dengan wajah yang ramah Prahara di Pulau Maspari | 140 saat menyambutnya tiba di atas kapal, sosok Wang Ji Hong saat ini terlihat seperti singa liar yang lapar dan haus darah. Shi Daniang berkali-kali dipaksa menahan nafas saat Wang Ji Hong kembali berhadapan dengan musuh yang baru setelah menumbangkan salah satu perompak.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Kadang, ia melihat kegesitan sang perwira menghindari tiga serangan sekaligus dari sisi kanan dan kirinya, lalu dengan gerakan yang lincah, ia berhasil membuat para penyerangnya jatuh tersungkur dengan tubuh yang bersimbah darah. “Sleb.. sleb.. sleb..” Ratusan anak panah tiba-tiba menancap di lambung kapal. Dari balik tong kayu, Shi Daniang melihat serangan yang cukup mengejutkan itu berhasil dihindari Wang Ji Hong. Tubuh perompak yang baru saja terkena sabetan pedang dijadikannya sebagai tameng pelindung dari serangan anak panah.

“Kapten, cepat minta bantuan pasukan pemanah!” Shi Daniang mendengar Wang Ji Hong berteriak ke arah geladak kapal sambil menangkis ratusan anak panah yang ditembakkan kembali dari balik kabut. Beberapa perompak tersungkur tiba-tiba sebelum mengayunkan kapaknya ke arah sang perwira, mereka mati seketika terkena peluru panah yang ditembakkan dari perahu perompak.

Andai saja malam itu adalah pertunjukan drama, tentu Shi Daniang akan menikmatinya dengan rasa suka cita. Sayangnya, adegan demi adegan mengerikan yang disaksikannya dari balik tong kayu adalah kenyataan yang tidak bisa terbantahkan. Gadis dua belas tahun itu benar-benar ditarik dalam pusaran waktu kejadian yang sangat mengerikan, membuatnya tenggelam dalam ketakutan yang semakin tidak berujung. “A Pa..!” Shi Daniang memanggil ayahnya dengan nada pilu. Hanya sosok itulah yang muncul dalam benaknya saat ini.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Shi Daniang berharap ada keajaiban saat membuka matanya nanti. Sosok lelaki yang paling dihormatinya itu datang menyelamatkan dirinya dari situasi yang mencekam saat ini, membebaskannya dari rasa takut yang menggedor-gedornya dengan kenyataan di depan mata. Gadis berhidung mancung itu memeluk kedua lututnya eraterat.

Dengan susah payah, ia mencoba menutup matanya agar bisa terpejam, mengabaikan pertumpahan darah yang terjadi di hadapannya. Shi Daniang berusaha menganggap dirinya kembali hilang seperti saat-saat dirinya bersembunyi dari Ji Sun. Sayangnya, erang kesakitan yang mengiris-iris gendang telinganya membuyarkan kerangka khayalan yang coba dibangunnya. “Sleb.. sleb..” Dua batang anak panah tiba-tiba menancap di dekat celah tempat Shi Daniang mengintip.

Rasa takut putri sulung Shi Jin Qing itu akhirnya memuncak hebat ketia tubuh seorang perompak yang terkena sabetan pedang, roboh menimpa tong kayu tempatnya bersembunyi. “Brak!” Tong kayu pecah tertimpa tubuh perompak yang mati mengenaskan. “A Paaaaaaaa!!” Shi Daniang menjerit keras. Di antara pertempuran yang tengah berkecamuk hebat, gadis malang itu berusaha merangkak dengan tubuh yang kian gemetar.

Berita Terkait

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya
Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang
Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta
Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah
Menbud Fadlizon Buka Pameran Prangko di Kota Tertua: Filateli “King of Hobby”
Catat! Pameran Prangko 20-24 Oktober 2025 Berlangsung di Palembang
Deadline Sebulan! Perwali Tari Sambut Harus Rampung

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Jumat, 24 April 2026 - 20:58 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Buka Sumsel Budaya Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pelestarian Budaya

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:24 WIB

Forwida Sumsel Protes Penggunaan Gandik dalam Lomba Lari di Palembang

Senin, 29 Desember 2025 - 07:22 WIB

Gelar Konser Amal, Seniman Palembang Himpun Rp6,5 Juta

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:13 WIB

Pentas PWI Jakarta di Tengah Guyuran Hujan Tetap Meriah

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB