Nyai Ageng Pinatih mengusap-usap lembut kepala Jaka Samudera. Hatinya bergetar mendengar pertanyaan bocah lelaki yang mulai beranjak remaja itu. Ia tidak segera menjawab. Untuk beberapa detik perempuan bernama kecil Shi Daniang itu terdiam. Tidak hanya Jaka Samudera yang menunggu termangu. Lautpun seolah ikut menanti jawaban dari perempuan berselendang hijau tua itu. Deru ombak yang semula keras menghantam batu karang, seketika menjadi senyap. Begitu juga angin laut yang meniup semilir dingin, seolah enggan mengantarkan awan-awan jingga kembali ke ufuk senja.
“Tidak ada apa-apa Jaka, semua baik-baik saja.” Nyai Ageng Pinatih membalas tatapan penuh tanya Jaka Samudera. “Biyung juga tidak marah sama anak biyung yang gagah ini.” “Tapi, kenapa biyung akhir-akhir ini terlihat banyak merenung?” Jaka Samudera kembali mencecar dengan pertanyaan. Ia tidak puas mendengar jawaban dari ibu angkatnya. “Memangnya, Jaka suka perhatiin biyung yah?” Alih-alih menjawab rasa penasaran putranya, Nyai Ageng Pinatih malah berbalik memberikan pertanyaan kepada Jaka Samudera. “Iya biyung.”
Jaka Samudera menganggukkan kepalanya malu-malu. “Jaka suka lihat biyung termenung memandang ke laut.” Hati perempuan berhidung mancung itu terenyuh. Ia tidak menyangka kegelisahan yang ia sembunyikan selama ini, ternyata diperhatikan orang lain. Padahal, ia sudah mencoba untuk Prahara di Pulau Maspari | 22 menyembunyikan lara yang kerap memasung batinnya dari orangorang di sekitar, termasuk dari Jaka Samudera, putra angkat semata wayangnya.
“Biyung..” Jaka Samudera memanggil dengan nada heran. “Kok diam?” Sentakan lembut jari Jaka Samudera di lengan kanannya, membuat Nyai Ageng Pinatih menarik nafasnya dalam-dalam. Ia mencoba mengisi rongga dadanya dengan semilir angin laut yang mulai melembab. Namun beban di dalam dadanya justru bertambah sesak dengan rasa bimbang.
“Haruskah aku menjawab jujur apa yang membuatku gelisah sekarang ini?” Nyai Ageng Pinatih sibuk bertanya-tanya dalam hati. “Biyung beneran marah ya sama Jaka?” Rasa takut mengecewakan perempuan yang teramat dikaguminya itu membuat Jaka Samudera mengeratkan pelukannya di lengan perempuan yang rutin memberinya pelajaran ilmu fiqih setiap malam selepas sholat Isya. Debaran jantung Jaka Samudera berdetak lebih cepat.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

