WIDEAZONE.COM, JOHOR | Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Johor Bahru, Malaysia, menhadapi kendala dalam proses pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024. Salah satu kendalanya adalah sulitnya mendapatkan petugas pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024.
“Untuk sekarang masyarakat Indonesia juga baru habis pandemi, jadi untuk mencari pemutakhiran data itu menjadi satu hal cukup signifikan. Menjadi masalah untuk kita bagaimana kita memenuhinya,” kata Ketua PPLN Johor Bahru, Ardiyansyah Sahrom.
Kendala lainnya, pihaknya menghadapi banjir di Johor Bahru. Sehingga kesulitan untuk mendatangi pemilih dari tempat-tempat tertentu yang telah kita data sebelumnya. “Jelas kita memang berhadapan dengan masalah yang ada sekarang di wilayah Johor Bahru. Jadi itu menjadi tantangan lain,” kata dia.
Meski demikian, pihaknya tetap bekerja untuk menyelesaikan masalah data pemilih ini. Yakni dengan bekerja sama dengan KJRI Johor Bahru.
“Kita mempunyai strategi khusus di mana kita bersama dengan KJRI Johor Bahru, kita coba mendata perusahaan-perusahaan yang ada pekerja Indonesianya,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihaknya telah mendata 700 perusahaan di Johor Bahru tempat WNI bekerja. “Kita sudah mendata sekitar 700 perusahaan. Kita usahakan agar mereka cukup kooperatif untuk memberikan data pekerja mereka,” ujarnya.
Namun diakuinya bahwa bukan suatu hal yang mudah juga untuk meyakinkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk berbagi data pekerja mereka.
Diketahui, data pemilih luar negeri yang diterima PPLN Johor Bahru melalui aplikasi Sistem Pendaftaran Pemilih (SIDALIH) telah mencapai 6.550 data. Dari jumlah tersebut, terdapat 5.921 data yang tidak terdapat alamat pemilih, hanya tertera nama, nomor paspor dan tanggal lahir.
Sedangkan dari 629 data yang memiliki kelengkapan alamat, ditemukan 113 data pemilih yang berada di luar wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru.
Data pemilih salah alamat tersebut ada yang di Gresik dan Kediri (Jawa Timur), Indramayu (Jawa Barat), Kuala Lumpur, Wageningen (Belanda), Selangor, Pattaya (Thailand), Penang, Sarawak, dan Singapura. Sedangkan data pemilih di wilayah kerja KJRI Johor Bahru yang juga menjadi wilayah kerja PPLN Johor Bahru hanya ada 516 saja.








![Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa [DPP PKB] resmi menetapkan susunan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara [KSB] definitif Dewan Pengurus Cabang [DPC] PKB se-Sumatera Selatan untuk periode 2026-2031. Penetapan tersebut diumumkan langsung Ketua DPP PKB Abdul Halim Iskandar melalui rapat virtual pada Kamis 11 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260612-WA0000-225x129.jpg)










