WIDEAZONE.com, PONTIANAK| Perdana, event Naik Dango Dewan Adat Dayak [DAD] Kota Pontianak dibuka secara resmi Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalimantan Barat [Kalbar] Ignatius IK. Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali pada Jumat 19 April 2024.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui Naik Dango 1 DAD Kota Pontianak 2024, Kita Wujudkan Partisipasi Masyarakat Dayak dalam Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kalimantan Barat”.
Pada pembukaan ini para pengunjung disuguhkan dengan tarian adat Dayak dengan membawa hasil ladang dari seluruh kontingen 6 DAD dari Kecamatan di Pontianak.
Ketua DAD Kota Pontianak Yohanes Nenes, mengatakan Naik Dango ini baru pertama kalinya [perdana] digelar. Pihaknya berharap gelaran ini dapat menggali seni budaya yang belum terangkat.
“Menjadikan naik Dango ke-1 ini menjadi agenda tahunan Pemkot Pontianak, Kalbar bahkan ke tingkat nasional sehingga bisa dikenal untuk generasi muda,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, menyampaikan sejatinya adat suku Dayak ada tiga aspek dalam kehidupan. Pertama, meramu. kedua, berburu dan ketiga, bercocok tanam.
“Nah, dari mana naik Dango ini berkaitan dengan budaya. Kaitannya adalah bercocok tanam, untuk melanjutkan kehidupan berkelanjutan yang telah disepakati secara adat,” jelasnya dalam sambutan.
Kimha menjelaskan, acara naik Dango yang sebelumnya dilaksanakan di daerah-daerah tertentu kini dapat dilaksanakan di kota. Menurutnya, nilai kebudayaan itu tidak terlepas dari perilaku moral setiap insan manusia yang memiliki nilai seni kreativitas.
“Artinya orang Dayak secara moral dan budaya sudah mampu menciptakan gagasan besar. Yaitu adat istiadat, tata cara adat dan hukum adat hingga sampai bagaimana cara dia [orang Dayak] berterimakasih,” paparnya.
Selain itu, Ketua Dewan Pembina DAD Kalbar, Lasarus, mengapresiasi terlaksananya Naik Dango Ke-1 oleh DAD Kota Pontianak.
“Menurut saya event seperti ini sangat baik. Hari ini kita [orang Dayak] harus ambil bagian, yang dimana kita harus berada di meja keputusan itu diambil, kita tidak lagi harus mempercayakan nasib dan masa depan bangsa Dayak hanya kita titipkan kepada orang lain,” kata Lasarus.
Sekjen Majelis Adat Dayak Nusantara [MADN], Yakobus Kumis, menyampaikan pentingnya riset teknologi dalam pengelolaan pertanian. Karena dengan riset teknologi tersebut dapat menciptakan bibit unggul berkualitas baik dalam sector pertanian.
“Kita ini tertinggal jauh. Orang sudah, modernisasi kita masih pakai manual yakni nyangkul tanpa ada perkembangan. Nah karena itulah riset teknologi ini penting supaya kita mendapat bibit unggul. Mendapat mesin-mesin peralatan yang baik untuk kelanjutan hidup masyarakat kita,” jelasnya.
Naik Dango dihiasi sejumlah kegiatan diantaranya, acara adat Nyagahatn, ritual adat masang pamabakng, ritual ngalajukatn, tarian jongan, musik sape, pencak silat, eksebisi sumpit, panga gasingi, hiburan artis, pameran dan kuliner UMKM dan lainnya.
Naik Dango ini berlangsung dari 18 hingga 21 April 2024 yang diisi dengan berbagai tangkai kegiatan dan diisi oleh masing-masing kontingan DAD 6 kecamatan di Kota Pontianak.
Laporan Jono Darsono| Editor AbV


![Perdana, event Naik Dango Dewan Adat Dayak [DAD] Kota Pontianak dibuka secara resmi Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalimantan Barat [Kalbar] Ignatius IK. Pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 7 kali pada Jumat 19 April 2024.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240419-WA0066-800x533.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-225x129.jpg)
![Koalisi Pers Sumsel saat menemui Komisioner Komisi Kepolisian Nasional [Kompolnas], Dr Supardi Hamid, di Mapolda Sumsel, Senin 19 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261019-WA0011-225x129.jpg)

![ratusan massa Masyarakat Cinde Bersatu [MCB] menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional [BPN] Kota Palembang untuk mempertanyakan legalitas lahan yang digunakan sebagai dasar penutupan jalan pada Senin 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Pertanahan-Nasional-BPN-Kota-Palembang-untuk-mempertanyakan-legalitas-lahan-yang-digunakan-sebagai-dasar-penutupan-jalan-pada-Senin-20-Oktober-2026-225x129.jpg)
![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)

![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-129x85.jpg)
![Koalisi Pers Sumsel saat menemui Komisioner Komisi Kepolisian Nasional [Kompolnas], Dr Supardi Hamid, di Mapolda Sumsel, Senin 19 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261019-WA0011-129x85.jpg)

![ratusan massa Masyarakat Cinde Bersatu [MCB] menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional [BPN] Kota Palembang untuk mempertanyakan legalitas lahan yang digunakan sebagai dasar penutupan jalan pada Senin 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Pertanahan-Nasional-BPN-Kota-Palembang-untuk-mempertanyakan-legalitas-lahan-yang-digunakan-sebagai-dasar-penutupan-jalan-pada-Senin-20-Oktober-2026-129x85.jpg)
![Anggota Badan Anggaran [Banggar] DPRD Palembang, Andreas Okdi Priantoro. [AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)


![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)
