Dia menjelaskan, festival itu juga mempersembahkan acara budaya Nusantara, termasuk musik dan tari tradisional, penjualan jajanan khas Nusantara, dan teknik pembuatan batik. Adapun festival batik tahunan ini digelar untuk membangun kesadaran terhadap tradisi masyarakat Indonesia
“Kami menyelenggarakan festival itu dengan memperlihatkan teknik pembuatan batik yang berbeda setiap tahun. Tahun ini, kamk mengetengahkan batik dengan teknik pewarnaan alami mengingat pentingnya membangun kesadaran akan lingkungan. Karena pemanasan global, maka ini saatnya bagi kami peduli terhadap bumi kita. Dengan menggunakan teknik pewarnaan alami, semua bahan dari alam, seperti daun dan kayu. Kami tidak menggunakan bahan kimia,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga menggelar acara budaya Nusantara di dekat Taipei Main Station. Acara itu untuk memperkenalkan batik kepada 40 peserta dari Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Amerika Serikat, dan Eropa. Selain itu, juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba permainan tradisional khas Nusantara. (JFA)
Halaman : 1 2



















