Penolakan Kelapa ke Thailand Tak Pengaruhi Ekspor Sumsel

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2019 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel  Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, mengungkapkan penolakan ekspor kelapa Sumsel ke Thailand pada pertengahan November lalu tidak berpengaruh pada catatan ekspor komoditi kelapa Sumsel

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel  Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, mengungkapkan penolakan ekspor kelapa Sumsel ke Thailand pada pertengahan November lalu tidak berpengaruh pada catatan ekspor komoditi kelapa Sumsel

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel  Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, mengungkapkan penolakan ekspor kelapa Sumsel ke Thailand pada pertengahan November lalu tidak berpengaruh pada catatan ekspor komoditi kelapa Sumsel.

Hal itu dikatakannya usai menggelar realese Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai perkembangan ekspor impor Sumsel di Kantor BPS Sumsel, Senin (16/12/19) siang.

Dikatakan Endang, ekspor kelapa Sumsel pada bulan November 2019 sebesar 3,23 persen, mengalami kenaikan US$ 0,72 Juta dibandingkan ekspor pada bulan Oktober 2019 yang tercatat sebesar 2,51 persen.

” Kalau kita lihat untuk ekspor kelapa kita ternyata gak berpengaruh kok. Karena ekspor kita masih naik di bulan November ini kita lihat trennya pun juga naik. Kalau kemarin ke Thailand ada sedikit masalah tentu menjadi PR bagi OPD terkait untuk memperbaiki. Kalau mempengaruhi ya pasti akan turun drastis kan dan ini enggak,” jelas Endang.

Selain Kelapa perkembangan ekspor komoditi Sumsel lainnya yang cukup menggembirakan kata Endang adalah ekspor minyak kelapa sawit dan fraksinya. Jika bulan Oktober ekspor minyak kelapa sawit sebesar 3,69 persen di bulan November ekspor mengalami kenaikan menjadi 13,61 persen atau senilai US$ 9,93 Juta.

Baca Juga:  Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Sementara itu secara keseluruhan nilai ekspor Provinsi Sumsel bulan November 2019 sebesar US$ 326,30 Juta yang terdiri dari ekspor migas  sebesar US$ 24,48 juta dan US$ 301, 82 Juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

“Ya ekspor kita pada November turun sebesar 8,12 persen dibandingkan ekspor Oktober. Penurunan ekspor ini pemicu utamanya adalah perekonomian global.  Karena beberapa komoditi yang berpotensi seperti bubur kayu/pulp kita turun itu artinga memang karena pengaruh ekonomi global. Kalau karetkan memang dari kemarin-kemarin karet kita dan dunia memang belum stabil,” tambah Endang.

Lebih lanjut Endang mengatakan untuk komoditas karet Sumsel dominasinya masih bagus sehingga ini harus menjadi catatan untuk perbaikan kualitas kedepan. Mengingat penyuplai karet  dunia bukan hanya Indonesia tapi juga Thailand dan Malaysia.

Adapun lima komoditas ekspor dari Provinsi Sumsel yang terbesar pada bulan November 2019 adalah bubur kayu/pulp senilai US$ 97,02 juta, Karet senilai  US$ 83,86 juta, Batubara senilai US$ 74,04 juta, hasil minyak senilai US$ 24,48 Juta serta Kelapa Sawit dan fraksinya senilai US$ 13,61 Juta.

Untuk nilai impor Sumsel pada bulan November 2019 jelas Endang mengalami penurunan sebesar US$ 33,53 Juta atau turun sebesar 19,88 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2019 yang sebesar US$ 41,84 Juta. Sebagian besar Impor ini  erasal dari negara Tiongkok sebwsar US$ 12,82 Juta, Malaysia sebesar US$ 4,59 Juta dan Swedia sebesar US$ 2,02 Juta.

Baca Juga:  Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

” Total perdagangan luar negeri Sumsel bulan November ini surplus kita sebesar US$ 292,77 juta. Dan ini sangat menggembirakan sekali. Tugas BPS kan hanya “memotret” tidak bisa memberikan rekomendasi tapi untuk referensi ya harus hilirisasi dan pelabuhan itu yang sangat dibutuhkan,” pungkas Endang. (AK)

Berita Terkait

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel–Kejati Babel Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Regulasi IPR Jadi Sorotan
Fauzi Amro Gebrak Literasi Keuangan di Sumsel, Ibu Rumah Tangga Dibentengi dari Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel–Kejati Babel Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Regulasi IPR Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Fauzi Amro Gebrak Literasi Keuangan di Sumsel, Ibu Rumah Tangga Dibentengi dari Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Berita Terbaru