Pendidikan Indonesia Duduki Peringkat ke 6 dari Bawah, Darma: PISA Barometer Evaluasi

- Jurnalis

Minggu, 15 Desember 2019 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Program Studi Magister Matematika Unsri, Darma

Ketua Program Studi Magister Matematika Unsri, Darma

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Survei evaluasi sistem pendidikan di dunia yang dilakukan The Oranisation for Economic Coorperation and Development (OECD) mengumumkan hasil Programme for International Student Assesment (PISA) 2018 seperti tahun sebelumnya, Indonesia dalam peringkat tidak memuaskan.

Menyikapi hasil PISA, Universitas Sriwijaya melalui setiap fakultasnya mempunyai kegiatan konferensi guna menjadikan kampus UNSRI Go International dalam bidang pendidikan.

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya menggelar Seminar Nasional dan Workshop Matematik yang dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa, Jalan Tasik Nomor 2, Sabtu (14/12/2019)

Baca Juga:  Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Ketua Program Studi Magister Matematika Unsri, Darma, menjelaskan, Acara ini sebenarnya kegiatan dalam rangka menjadikan Unsri go international, sebenarnya acara seminar ini rutin diadakan setiap tahunnya, namun kebetulan juga kedatangan tamu dari Singapura.

 “Workshop kita tentang matematik modeling, berhubungan dengan kegiatan Programme for Internasional Student Assesment (PISA). Indonesia telah mengikuti PISA dari tahun 2000, hasil tahun 2018 menempatkan siswa Indonesia di jajaran nilai terendah terhadap pengukuran membaca, matematik dan sains. Indonesia menempati peringkat ke 6 dari bawah,” jelas Darma.

Lebih lanjut, Ketua Prodi Magister Matematika, menambahkan, Barometer pendidikan Indonesia harus disertai dengan PISA, merupakan organisasi Supranasional yang berada di Eropa yang dikatakan Menteri Pendidikan.

Baca Juga:  BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius "ASBUN" Ultimatum 2x24 Jam Minta Maaf ‎

“ Wadah ini melakukan penilaian (assessment) system pendidilkan dari siswa seluruh dunia. OECD juga memprediksi tentang kekuatan ekonomi untuk 20 tahun ke depan,” tuturnya.

Laporan: Dewi

Editor: Abr

Berita Terkait

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Minggu, 27 September 2026 - 13:21 WIB

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terbaru