Pemprov Sumsel Dukung BNN Mewujudkan Program Desa Bersinar

- Jurnalis

Senin, 28 Juni 2021 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin, dari Auditorium Bina Praja, Senin (28/6) pagi.

Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual bersama Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin, dari Auditorium Bina Praja, Senin (28/6) pagi.

Wagub Mawardi Yahya Peringati HANI Bersama Wapres RI secara Virtual   

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 secara virtual bersama Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, dari Auditorium Bina Praja, Senin (28/6) pagi.

Kesempatan itu dimanfaatkan Wagub Mawardi Yahya untuk mendukung program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Indonesia yang diluncurkan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. MY juga berharap peringatan ini dapat menjadi momentum agar semua pihak lebih extra waspada terhadap ancaman bahaya narkotika.   

Dalam sambutannya Wapres RI KH Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi peringatan HANI yang digelar rutin setiap tahun oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya ini dapat menjadi wujud perlawanan atas kejahatan luar biasa yang juga menjadi tantangan semua negara di dunia. “Kami sangat mengapresiasi peringatan ini karena bisa menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua betapa bahayanya narkotika bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelasnya.   

Saat ini lanjut Wapres, seluruh negara di dunia masih menghadapi dua musuh besar yaitu kesehatan akibat pandemi COVID-19 dan narkotika karena dua hal ini berimbas dan melanda semua lini kehidupan manusia baik secara individu keluarga, masyarakat hingga  kehidupan bernegara.   

Baca Juga:  1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Lebih jauh Wapres mengatakan permasalahan penanganan narkoba saat ini banyak tantangannya. Antara lain banyaknya jaringan sindikat narkotika yang beroperasi melakukan penyelundupan lewat jalur laut. Sehingga meningkatkan kerawanan narkoba di seluruh Indonesia. “Selain itu saat ini ada peningkatan penggunaan narkoba jenis baru dan peredaran narkoba ini sudah merambat ke desa melibatkan anak-anak dan wanita,” terangnya.   

Terkait hal itu Wapres meminta BNN RI dan relasi juga Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN) melakukan strategi memperkuat intervensi ketahanan keluarga serta melakukan edukasi masyarakat terhadap bahaya narkoba. Serta mengupayakan daerah menjadi bersih dari narkoba (bersinar) dengan penyediaan layanan rehabilitasi. 

“Pertahankan juga kualitas layanan rehabilitasi sesuai standar internasional,” jelasnya.   

Di akhir sambutannya Wapres juga mengapresiasi BNN dan jajaran yang sudah berperan aktif dan berupaya nyata utk bersinergi memberantas narkoba. “Jangan cepat berpuas diri dan jangan lengah dan tingkatkan prestasi. Mari semua pihak bersama berjuang melawan narkoba dan pandemi COVID dengan pencegahan dan peluncuran Desa Bersinar,” terangnya. 

Baca Juga:  Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Sementara itu usai menghadiri Peringatan HANI virtual, Wagub Mawardi mengatakan bahwa ancaman narkoba saat ini memang mesti diwaspadai. Bukan hanya anak muda tapi semua lapisan, karena narkoba tidak mengenal status. “Narkoba ini sangat bahaya dan harus diwaspadai oleh siapapun termasuk aparat. Makanya kita harus selalu saling mengingatkan. Sebab narkoba ini bukan hanya menyasar generasi muda tapi semua orang,” tegasnya.   

Sebelumnya Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose dalam kegiatan peringatan ini melaporkan bahwa BNN telah melaksanakan tugas yaitu program “Desa Bersinar” di 553 Desa/Kelurahan, Program Alternatif Development 14 desa di Aceh dan 128 desa kawasan rawan narkoba, mengungkap 107 jaringan sindikat berskala Nasional dan Internasional dari 126 jaringan yang berhasil dipetakan, penyitaan barang bukti dan berbagai program lainnya.  Adapun tema yang diusung kali ini adalah Perang Melawan Narkoba (War on Drug) di Era Pandemi COVID-19 Menuju Indonesia Bersinar (bersih narkoba). (rel/Abr/Adv)

Berita Terkait

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terbaru