Menteri PPPA Tinjau Praktik Pemberdayaan Purna Migran di Sukabumi

- Jurnalis

Sabtu, 4 September 2021 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga Tinjau praktik pemberdayaan purna migran di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga Tinjau praktik pemberdayaan purna migran di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

“Insha Allah ke depan, kami punya program pemberdayaan perempuan bernama Perahu Kertas, Perempuan Hebat Untuk Keluarga Berkualitas. Ini akan kami lakukan, intervensi terhadap ibu-ibu termasuk di dalamnya Purna PMI. Mudah-mudahan (melalui program Perahu Kertas) jadi ibu yang hebat, produktif, dan berkualitas,” kata Iyos.

Menteri Bintang mengaku sangat mendukung dan menantikan program Perahu Kertas dapat dijalankan sebaik mungkin. Menteri Bintang yakin, penguatan keluarga dapat mendorong kemajuan daerah.

“Melalui program Perahu kertas ini jadi langkah awal untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada perempuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Kalau kita ingin daerah maju apalagi negara maju, memang tolok ukurnya harus kita bangun dari tingkat paling bawah, yaitu mewujudkan keluarga-keluarga berkualitas. Mudahan-mudahan bisa lebih banyak lagi (program) pemberdayaan dan pemenuhan perlindungan anak,” ujar Bintang.

Baca Juga:  Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Jejen Nurjanah, Purna PMI dari Timur Tengah dalam sesi dialog bersama Menteri Bintang menceritakan kisahnya yang pernah 2 (dua) kali menjadi PMI. Pengalaman sebagai PMI ilegal menjadi pengalaman buruk baginya. Jejen mengaku terjatuh dari lantai 2 dan dikembalikan oleh majikannya ke pihak agensi. Namun, di tempat agensi ia justru mendapat perlakuan intimidasi, disekap, dan tidak dizinkan untuk pulang tanpa ada ganti rugi.

Baca Juga:  Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

“Memang waktu berangkat juga saya itu mungkin unprocedural karena saya tidak paham bagaimana berangkat (menjadi PMI) yang benar. Akhirnya ada KBRI, dibantu untuk pulang. Setelah pulang, saya tidak bisa berjalan selama 4 bulan. Di situ ada kelompok perempuan, mereka melakukan pertemuan khusus diadakan di rumah saya untuk menguatkan mental saya, untuk saya percaya diri itu banyak sekali dukungan-dukungan dari kawan-kawan perempuan,” tutur dia.

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru