Berkat dukungan kelompok perempuan, Jejen akhirnya menjadikan pengalaman buruknya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan potensi dirinya. Terbukti pada 2007, Jejen menjadi Ketua SBMI Kab. Sukabumi dan saat ini aktif sebagai Gugus Tugas TPPO Pusat dan Daerah.
“Akhirnya saya ikut bersosialisasi. Dalam hati saya ternyata menjadi PMI harus pintar, harus berani. Saya kejar paket, dan sekarang menjadi pengelola PAUD juga. Saya ikut bergabung di SBMI dan terus diikut-sertakan dalam pelatihan-pelatihan hingga mendapat penghargaan sebagai aktivis peduli perempuan dan anak. Saat ini saya masuk sebagai Gugus TPPO di P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) sebagai Ketua Advokasi, selalu sosialisasi bagaimana menjadi pekerja migran yang benar, aman, nyaman, dan prosedural,” ujar Jejen.
Didampingi Kepala Dinas PPPA dan Kepala P2TP2A Kab. Sukabumi, Menteri Bintang juga turut memberikan sejumlah bantuan pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan, 100 permainan anak, dan 100 masker anak. (JN)



















