“Koordinasi, komitmen yang baik (dalam pencegahan TPPO) sudah dilakukan. Tidak hanya dalam kerja-kerja nyata implementasi, tapi juga diwujudkan dalam bentuk regulasi tidak hanya tingkat kabupaten, tapi juga sampai dibuat di tingkat desa. Ini betul-betul (upaya) melindungi para PMI yang ada. Saya melihat team work, kerja lintas sektor yang luar biasa. Mudah-mudahan dapat melindungi para pekerja migran terutama perempuan,” tambah Menteri Bintang.
Sebagai kecamatan terkecil di Kabupaten Sukabumi, Kebonpedes menjadi penyumbang angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang cukup banyak terutama kaum perempuan. Wakil Bupati Kab. Sukabumi, Iyos Sumantri menyebut saat ini tercatat ada 80 orang setingkat desa dan 200 orang setingkat kecamatan asal Kebonpedes yang bekerja sebagai PMI di luar negeri.
“Di Kabupaten Sukabumi, Kec. Kebonpedes ini memang cukup dominan (PMI), banyak sekali warganya atau perempuan yang bekerja di luar negeri. Selama ini pemerintah daerah melalui Dinas PPPA sudah melakukan program pembinaan pekerja migran dan dibantu P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak)kalau memang ada sebuah permasalahan di lapangan,” ujar Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi, Iyos Sumantri.
Iyo juga menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menjalankan satu program inovatif yang telah diinisiasi untuk peningkatan kapasitas perempuan, termasuk purna PMI dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas keluarga.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



















