Krisis Sri Lanka Makin Parah, Anak-Anak Putus Sekolah Massal

- Jurnalis

Jumat, 6 Januari 2023 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak laki-laki duduk di wadah kosong bersama orang tuanya saat mereka menunggu untuk membeli minyak tanah di tengah kekurangan gas rumah tangga akibat krisis ekonomi negara, di sebuah SPBU di Kolombo (Foto: REUTERS)

Seorang anak laki-laki duduk di wadah kosong bersama orang tuanya saat mereka menunggu untuk membeli minyak tanah di tengah kekurangan gas rumah tangga akibat krisis ekonomi negara, di sebuah SPBU di Kolombo (Foto: REUTERS)

Joseph Stalin adalah Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Ceylon. Dia yakin pemerintah sengaja tidak menyadari meningkatnya jumlah keluarga yang menyerah pada pendidikan anak-anaknya karena biaya.

“Guru kami yang melihat kotak makan siang yang kosong. Korban sebenarnya dari krisis ekonomi ini adalah anak-anak. (Pemerintah) tidak mencari jawaban untuk masalah ini. Sudah dilihat dan diidentifikasi oleh UNICEF dan lainnya, bukan oleh pemerintah Sri Lanka,” kata dia.

Baca Juga:  Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

UNICEF mengatakan akan semakin sulit bagi orang Sri Lanka untuk makan sendiri di bulan-bulan mendatang, di mana inflasi harga barang-barang pokok seperti beras terus melonjak tinggi sehingga sulit didapat oleh keluarga ekonomi ke bawah.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Akibatnya, akan lebih banyak anak di seluruh negeri yang dipaksa untuk berhenti menghadiri kelas hingga berhenti sekolah secara total. (JFA)

Berita Terkait

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB