Jangan Gunakan Vaksin Corona Bill Gates!

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2020 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Kesehatan Indonesia ke-17, Dr dr Siti Fadilah Supari Sp JP (K) saat diwawancarai Dedi Corbuzier, Foto: Youtube Deddy Corbuzier

Mantan Menteri Kesehatan Indonesia ke-17, Dr dr Siti Fadilah Supari Sp JP (K) saat diwawancarai Dedi Corbuzier, Foto: Youtube Deddy Corbuzier

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Bil Gates telah menyiapkan vaksinasi corona sebanyak 7 miliar penghuni dunia. Bahkan sudah mulai dilakukan uji cobanya.

Terkait masalah itu, mantan Menteri Kesehatan Indonesia ke-17, Dr dr Siti Fadilah Sapari Sp JP (K), menyarankan agar tidak digunakan di Indonesia.

“Yang lebih mengkhawatirkan untuk mencapai obsesinya Bill Gates telah menjalin hubungan dengan pemerintah negara-negara seluruh dunia termasuk Indonesia agar vaksinnya menjadi program resmi pemerintah. Maka bersama ini saya sampaikan kewaspadaan terhadap hal tersebut,” ujar Siti Fadilah dalam tulisannya, dilansir dari https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/Dkq7lgRN-beredar-tulisan-mantan-menkes-minta-ri-tak-gunakan-vaksin-bill-gates.

Fadilah menyarankan agar pemerintah Indonesia tidak menggunakan vaksin tersebut. Karena Gates mencoba menerapkan ambisinya agar vaksinnya menjadi program resmi pemerintah.

“Saya berharap agar kita mewaspadai obsesinya itu,” ujar Fadilah, khawatir.

Menurut Fadilah, untuk menghadapi wabah corona di Indonesia, sebaiknya pemerintah tidak menggunakan vaksin yang diproduksi perusahaan-perusahaan farmasi yang berkaitan dengan Bill Gates.

Dalam kaitan vaksin itu, katanya, ada beberapa hal yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat Indonesia. Pertama, kapan dia (Bill Gates) mulai membuat vaksin anti-corona? “Sebab pembuatan vaksin memerlukan waktu lama,” kata Fadilah.

Dari pertanyaan yang diajukan Fadilah, jika Bill Gates sudah siap dengan vaksin anti-corona, kapan dia memiliki seed virusnya? Apa program itu dilakukannya sebelum pandemik corona?

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

“Apalagi di tahun 2015 dia telah mengumumkan akan ada pandemik besar di 2020 ini. Ini yang patut menjadi kecurigaan kita,” tegas Fadillah.

Yang jadi pertanyaan kedua, katanya, seed virus anti-corona dari strain negara mana yang digunakan Bill Gates dan kawan-kawannya untuk membuat vaksin tersebut.

Menurut para ahli di dunia, hingga saat ini virus corona masih terus berubah-ubah, bermutasi terus dan dari kabar yang Fadilah ketahui, sekarang virus itu sudah menjadi tiga clade. “Bahkan ada yang mengatakan sudah menjadi enam clide,” ujar Fadilah.

Lantas, tambahnya, seed virus mana yang dijadikan vaksin oleh Bill Gates? “Huh, hingga sekarang tidak jelas,” tegas Fadilah dalam relisnya.

Pertanyaan ketiga, kebijakan yang dilakukan Bill Gates itu sangat mencurigakan. Vaksin Bill Gates itu akan dipasang microchip. Konon, pemasangan microchip itu untuk memantau orang yang menggunakan vaksin tersebut.

“Sedangkan kita tidak tahu dampak negatif microchip itu terhadap tubuh kita dalam jangka panjang. Apa betul microchip itu hanya untuk tanda seperti yang dia katakan? Tidak ada bukti sama sekali. Kita harus mewaspadai Bill Gates yang mempunyai proyek ambisius, yakni, depolusi demi mengatur populasi dunia,” tegas Fadilah.

Baca Juga:  Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Dalam pertanyaan lanjutan (keempat) yang menggelitik, Fadilah menyinggung, kalau Bill Gates membuat vaksin saat ini, apakah dia telah memiliki virus corona sebelum pandemi terjadi?

Karena itu tak heran apabila beberapa peneliti dunia mengatakan bahwa pandemi corona saat ini berkembang secara tidak natural.

“Menurut saya, saat ini Indonesia tidak perlu vaksin. Karena virus corona sangat labil dan tak punya data valid, mana orang yang positif mengidap virus corona dan mana yang negatif.

Demi ketahanan nasional, kata Fadilah, satu saat nanti Indonesia membutuhkan vaksin, harus menggunakan syarat tertentu. Karena itu Indonesia harus mampu membuat vaksin mandiri dengan strain sendiri. Artinya, dengan keamanan yang bisa dipercaya dan tidak ditumpangi kepentingan politik bangsa lain.

“Saatnya kita mandiri dalam melindungi rakyat kita. Ingat, kesehatan kunci utama ketahanan nasional bangsa kita,” tegas Fadilah. (*)

Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terbaru