MUNCUL isu, potongan tubuh Isuadi (56) yang ditemukan warga di areal perkebunan Lekung Benuang Desa Pajar Bulan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat adalah korban mutilasi. Namun dari hasil autosi Tim Forensik Biddokes Polda Sumsel, isu itu terbantahkan.
WIDEAZONE.COM, LAHAT — Setelah memeriksa potongan tubuh Isuadi, tim forensik Biddokes Polda Sumael yang dikomandoi Kompol dr Mansuri Sp KF itu menyatakan, korban tewas bukan dimutilasi, tapi diterkam dan dilahap binatang buas.
Karena jasad Isuadi sudah membusuk dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pajar Bulan, maka outopsi itu terpaksa dilakukan di pemakaman tersebut.
Menurut Kompol dr Mansuri Sp KF, dari hasil pemeriksaan potongan jasad korban, dari telapak tangan, pergelangan hingga ke lengan, terdapat luka cakaran. “Ini menandakan korban sempat melakukan perlawanan terhadap binatang buas itu,” jelas Mansuri.
Selain luka cakaran, katanya, di tulang lengan jasad Isuadi itu patah. Karena itu, tambah Mansuri, tim forensik menyimpulkan bahwa 99 persen tewasnya Isuadi karena dilahap binatang buas (harimau). “Kita yakin, korban tewas memang dilahap binatang buas,” ujar Mansuri saat dimintai keterangan Wideazone.com dan Zoom Post, seusai Tim Forensik Biddokes Sumsel melakukan outopsi di TPU Pajar Bulan.
Hal senada diungkap Kapolres Mulak Ulu AKP Kasmini Darda SH di TPU Pajar Bulan. Menurut Kasmini, hasil outopsi itu jelas mengemukakan bahwa kematian korban jelas akibat hewan buas. “Apalagi teror yang berkembang selama ini nyatakan bahwa hewan buas itu adalah harimau,” katanya.
Karena itu Kapolsek meminta agar munculnya dugaan isu yang berkembang di masyarakat bahwa Isuadi tewas akibat mutilasi segera diredakan. Karena jelas, hasil mutilasi membuktikan Isuadi tewas dimakan harimau.
“Meski demikian Isuadi sempat melakukan perlawanan saat binatang buas itu menerkam dirinya,” jelas Kapolsek.
Terkait kematian Isuadi tersebut, saat melakukan evakuasi, seorang warga Desa Pajar Bulan, Pikal mengatakan, mereka menemukan jejak harimau.
“Ketika melakukan pencarian jasad korban, kami menemukan jejak harimau. Jejak itu juga disaksikan tim evakuasi dari Polsek Mulak Ulu,” urai Pikal.
Saat menemukan potongan tulang dan serpihan daging Isuardi, warga dibantu tim Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Polsek dan Koramil untuk mengevakuasi tubuh Isuadi.
Potongan jasad itu seperti tulang jari kaki dan tangan disusun kembali untuk digabungkan seusai dioutopsi untuk dimakamkan kembali.
Dari kejadian itu, Camat Mulak Ulu Sumarmo MSi mengimbau warga di 16 desa si Kecamatan Muluk untuk mewaspadai adanya ancaman bahaya terkaman harimau. Terutama saat melalukan aktivitas di kebun kopi. “Saya mencemaskan itu. Karena kita prediksi harimau tersebut masih ada di sekitar lokasi atau di sepanjang perbukitan perkebunan kopi warga,” katanya.
Menurut Sumarmo, sudah cukup korban berjatuhan akibat terkaman hewan buas tersebut. Sebab selain kerugian nyawa, hewan buas itu merupakan jenis harimau Sumatera (Sumatrae Tigris) yang dilindungi dari kepunahannya. (*)
Laporan Agus Wrt Lahat
Editor Anto Narasoma



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

