Isuadi Bukan Dimutilasi, tapi Tewas Dilahap Hewan Buas

- Jurnalis

Selasa, 24 Desember 2019 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah memeriksa potongan tubuh Isuadi, tim forensik Biddokes Polda Sumael yang dikomandoi Kompol dr Mansuri Sp KF itu menyatakan, korban tewas bukan dimutilasi, tapi diterkam dan dilahap binatang buas

Setelah memeriksa potongan tubuh Isuadi, tim forensik Biddokes Polda Sumael yang dikomandoi Kompol dr Mansuri Sp KF itu menyatakan, korban tewas bukan dimutilasi, tapi diterkam dan dilahap binatang buas

MUNCUL isu, potongan tubuh Isuadi (56) yang ditemukan warga di areal perkebunan Lekung Benuang Desa Pajar Bulan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat adalah korban mutilasi. Namun dari hasil autosi Tim Forensik Biddokes Polda Sumsel, isu itu terbantahkan.

WIDEAZONE.COM, LAHAT — Setelah memeriksa potongan tubuh Isuadi, tim forensik Biddokes Polda Sumael yang dikomandoi Kompol dr Mansuri Sp KF itu menyatakan, korban tewas bukan dimutilasi, tapi diterkam dan dilahap binatang buas.

Karena jasad Isuadi sudah membusuk dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pajar Bulan, maka outopsi itu terpaksa dilakukan di pemakaman tersebut.

Menurut Kompol dr Mansuri Sp KF, dari hasil pemeriksaan potongan jasad korban, dari telapak tangan, pergelangan hingga ke lengan, terdapat luka cakaran. “Ini menandakan korban sempat melakukan perlawanan terhadap binatang buas itu,” jelas Mansuri.

Selain luka cakaran, katanya, di tulang lengan jasad Isuadi itu patah. Karena itu, tambah Mansuri, tim forensik menyimpulkan bahwa 99 persen tewasnya Isuadi karena dilahap binatang buas (harimau). “Kita yakin, korban tewas memang dilahap binatang buas,” ujar Mansuri saat dimintai keterangan Wideazone.com dan Zoom Post, seusai Tim Forensik Biddokes Sumsel melakukan outopsi di TPU Pajar Bulan.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Hal senada diungkap Kapolres Mulak Ulu AKP Kasmini Darda SH di TPU Pajar Bulan. Menurut Kasmini, hasil outopsi itu jelas mengemukakan bahwa kematian korban jelas akibat hewan buas. “Apalagi teror yang berkembang selama ini nyatakan bahwa hewan buas itu adalah harimau,” katanya.

Karena itu Kapolsek meminta agar munculnya dugaan isu yang berkembang di masyarakat bahwa Isuadi tewas akibat mutilasi segera diredakan. Karena jelas, hasil mutilasi membuktikan Isuadi tewas dimakan harimau.

“Meski demikian Isuadi sempat melakukan perlawanan saat binatang buas itu menerkam dirinya,” jelas Kapolsek.

Terkait kematian Isuadi tersebut, saat melakukan evakuasi, seorang warga Desa Pajar Bulan, Pikal mengatakan, mereka menemukan jejak harimau.

“Ketika melakukan pencarian jasad korban, kami menemukan jejak harimau. Jejak itu juga disaksikan tim evakuasi dari Polsek Mulak Ulu,” urai Pikal.

Baca Juga:  Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Saat menemukan potongan tulang dan serpihan daging Isuardi, warga dibantu tim Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), Polsek dan Koramil untuk mengevakuasi tubuh Isuadi.

Potongan jasad itu seperti tulang jari kaki dan tangan disusun kembali untuk digabungkan seusai dioutopsi untuk dimakamkan kembali.

Dari kejadian itu, Camat Mulak Ulu Sumarmo MSi mengimbau warga di 16 desa si Kecamatan Muluk untuk mewaspadai adanya ancaman bahaya terkaman harimau. Terutama saat melalukan aktivitas di kebun kopi. “Saya mencemaskan itu. Karena kita prediksi harimau tersebut masih ada di sekitar lokasi atau di sepanjang perbukitan perkebunan kopi warga,” katanya.

Menurut Sumarmo, sudah cukup korban berjatuhan akibat terkaman hewan buas tersebut. Sebab selain kerugian nyawa, hewan buas itu merupakan jenis harimau Sumatera (Sumatrae Tigris) yang dilindungi dari kepunahannya. (*)

Laporan Agus Wrt Lahat
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
HUT ke-157 Lahat, Gubernur Herman Deru Tekankan Pembangunan Berbasis SDM dan Data Akurat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Gubernur Herman Deru Resmikan RS AR Bunda Assalam, Tegaskan Pasien BPJS dan Non-BPJS Harus Dilayani Setara

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB