“Dari sisi sumber daya, marketplace tidak bisa dipungkiri jauh lebih unggul dibandingkan UMKM. Mereka memiliki kemampuan untuk membuat sensasi media sosial di ‘lapak berjualan’,” katanya.
Alumni IPB itu mengungkapkan, dari sisi teknologi, TikTok Shop serta Shopee berpotensi memanfaatkan alogaritma dan kecerdasan buatan atau AI di setiap video atau iklan produk yang dilihat oleh para user. Dari sini, mereka bisa menganalisa produk-produk yang populer dan tinggal mengatur harganya sehingga semakin diminati dan inilah potensi munculnya predatory pricing yang membuat produk impor yang dijual di sana lebih murah dibandingkan produk UMKM.
Melihat konsep ini, Anggawira sangat setuju dengan pandangan Menteri Teten yang menegaskan bahwa pemerintah menolak keras TikTok menerapkan konsep monopoli dengan mengombinasikan bisnis media sosial serta e-commerce bersamaan. “Aspek kedua adalah regulasi yang di mana sampai sekarang belum ada regulasi jelas yang bisa melindungi UMKM dari persaingan dengan marketplace,” katanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

