Harimau Dempo Mengganas, Warga Desa Tebat Benawa Pagaralam Heboh

- Jurnalis

Sabtu, 7 Desember 2019 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamis (5/12/2019) lalu, warga Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam heboh. Sebab di kawasan kebun kopi Desa Tebat Benawa, warga setempat menemukan sosok laki-laki tewas dengan tubuh tak utuh

Kamis (5/12/2019) lalu, warga Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam heboh. Sebab di kawasan kebun kopi Desa Tebat Benawa, warga setempat menemukan sosok laki-laki tewas dengan tubuh tak utuh

Padahal selama puluhan tahun di Pagaralam tak terdengar kabar bahwa ada manusia tewas dilahap kucing besar penghuni Gunung Dempo tersebut. Nah, ada gejala apa ini?

Kamis (5/12/2019) lalu, warga Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam heboh. Sebab di kawasan kebun kopi Desa Tebat Benawa, warga setempat menemukan sosok laki-laki tewas dengan tubuh tak utuh.

‘Kami kaget melihat tubuh tak utuh itu tewas tergeletak di kebun kopi. Karena setahu saya belum pernah terjadi hal mengerikan seperti itu,” ujar Khoiri yang menyaksikan penemuan mayat itu.

Setelah diketahui, ternyata mayat yang ditemukan itu jenasahnya Yanto, berusia 35 tahun. Khoiri mengatakan, pada Senin lalu (2/12/2019), Yanto berpamitan ke pada istri dan anak-anaknya.

“Saya mau ke kebun untuk mengambil petikan kopi masih tersimpan di pindok kebun,” ujar Khoiri menirukan pernyataan almarhum Yanto saat sebelum diterkam si raja hutan.

Seperti biasa, laki-laki itu pergi ke kebun pagi hari dan pulang setelah hari menjelang petang. “Namun setelah tiga hati ia tak kunjung pulang ke rumahnya.,” ujar Khoiri.

Setelah tiga hari tak pulang-pulang ke rumah, akhirnya keluarga Yanto menyusul ke kebun. Selain untuk mencari korban, istrinya ingin memberitahukan tentang meninggalnya mertua Yanto.

Sesampai di kebun, keluarganya kaget seperti disengat listrik. Sebab ketika ditemukan Yanto sudah tewas tergeletak di sudut pondoknya di kebun itu.

Baca Juga:  Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

“Sedangkan bagian tubuh Yanto terlihat parah. Bagian tubuh atas hingga ke paha tercabik tak utuh lagi,” jelas Khoiri.

Khoiri kaget setengah mati. Kekhawatiran pun muncul di lubuk hatinya. Karena Khoiri merasa harimau itu masih ada di sekitar lokasi kejadian. Dengan serta-merta Khoiri berlari seperti orang tak sadar untuk menyelamatkan diri.

“Saya langsung memberitahukan persoalannya ke keluarga Yanto dan maayarakat Desa Karang Dalam,” ujar Khoiri yang terlihat shock atas kejadian yang dialaminya.

Atas kejadian itu tim evakuasi gabungan TNI-Polri dan masyarakat desa melakukan upaya pengambilan jenasah Yanto. Setelah menemukan mayat korban, akhirnya dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Basemah Kota Pagaralam untuk diotopsi.

https://youtu.be/rMAJd2Z1TtI

Setelah diotopsi, jenazah segera dibawa ke rumah duka di Desa Karang Dalam untuk dimakamkan. Agar tak terjadi kematian diteekam harimau, anggota Koramil Dempo Selatan pun meminta agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar kebun. “Bisa saja harimau itu secara tiba-tiba muncul dan menerkam warga lainnya. Ini sangat berbahaya,” ujar anggota Koramil itu menasihati.

Menaggapi kejadian itu, tokoh Pagaralam yang juga petani kopi, Harumim Tado SH, mengatakan penerkaman harimau terhadap petani itu baru kali ini terjadi. Sebab dalam dua dekade berjalan, tak pernah terdengar adanya harimau turun ke habitat umum.

Baca Juga:  Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

“Saya heran, kok harimau Gunung Dempo bisa turun gunung dan berkelana ke kebun-kebun penduduk. Padahal selama ini saya tidak pernah mendengar adanya harimau turun dari habitatnya. Apalagi sampai menewaskan manusia,” kata Tado saat dikondirmasi Wideazone.com, Sabtu (7/12/2019).

Menurut Tado, warga Pagaralam menyebut harimau Dempo dengan sebutan “neneng” atau nenek. “Ini sebutan sakral yang menghormati eksistensi harimau itu selama ini,” kata Tado.

Lantas, mengapa “Neneng” belang itu turun gunung dan meneror warga yang bermukim di desa-desa di sekitar kaki Gunung Dempo?

“Banyak pendapat yang muncul ke permukaan bahwa tidak sedikit oknum yang datang ke kawasan kaki Gunung Dempo berbuat maksiat di hotel dan vila yang dibangun di kaki gunung,” jawab Tado.

Perilaku zina seperti ini, katanya, telah melanggar nilai-nilai tradisi masyarakat Pagaralam. “Boleh jadi harimau itu turun ke kebun- kebun dan pemukiman warga karena gerah menghadapi perilaku zinah masyarakat pendatang,” katanya.

Maka itu Tado berharap agar pengelola hotel dan vila di sekitar destinasi wisata Pagaralam dapat berbenah diri untuk menghargai keyakinan spiritual masyarakat setempat.

“Tradisi masyarakat Pagaralam itu sangat kental dengan keyakinan prismatik dan spiritual keagamaan,” ujar Tado menyudahi perbincangan. (*)

 

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Berita Terbaru