WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Tak bisa dipungkiri, pelajar sebagai generasi muda saat ini masuk di era millenial di abad 21. Sebuah situasi yang banyak orang menyebut era disrubtion 4.0. Terlebih, fenomena ini dihadapkan pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dituntut langsung masuk ke dunia kerja setelah lulus dan keluhan perusahaan tentang kecerdasan (emosional emotional quotient) siswa yang belum mumpuni. Karena itu lulusan SMK harus memiliki hard skill atau keterampilan yang menjadi salah satu kompetensi mereka. Tidak hanya itu, soft skill berupa karakter yang baik juga harus dimiliki lulusan SMK sebagai tenaga kerja terampil di dunia industri.
Berangkat dari hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan Sumsel menggandeng Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) dengan menggelar Development Trainint Berbasis Emotional Spiritual Quotient bagi siswa SMK negeri dan swasta se Sumatera Selatan. “Kita berharap siswa kita memiliki keseimbangan mengenai penguasaan Intelegent Quotient, Emotional Quotient dan juga Spiritual Quotient,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd, saat menyambut audiensi tim Internusa di Kantor Disdik Sumsel, Jumat (8/2).
Lanjut Widodo, harus diakui memang tiga kecerdasan tersebut sangat penting dalam membekali siswa agar benar-benar siap. Apalagi lulusan SMK memang harus benar-benar siap dalam memasuki Dunia Kerja dan Dunia Industri atau Dudi. “Jadi kita ingin ada pembinaan pasca kegiatan ini, apakah ada satu sekolah binaan yang akan menjadi percontohan tentang pengembangan Development Training melalui pendekatan Emotional Spiritual Quotient,”harapnya.
Senada dengan itu dikatakan Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel Dra Erlina MM mengakui banyak keluhan dari perusahaan mengenai anak-anak SMK, baik itu yang sudah magang atau pun yang sudah bekerja. “Terutama mengenai keluhan attitude, kedisplinan, rasa saling memilikinya. Saya yakin secara keahlian anak-anak SMK Sumsel sudah mumpuni di sekolahnya, tapi secara kecerdasan emosional dan spiritual perlu sentuhan lagi dan salah satunya melaluo kegiatan ini,”urainya.
Senada dengan itu dikatakan Ketua Pelaksana Development Training Emotional Spiritual Quotient dari Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Anggra Agustina, SPd sangat mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Sumsel untuk menggandeng Internusa dalam kegiatan Development Training. “Dan pada kegiatan ini nanti akan diisi langsung oleh Trainer langsung dari Internusa yakni Bang Andi Ahmad Zikrillah dan Mas Sugiarto, SPd, CPS beserta tim Internusa,”urainya.
Dikatakan Anggra bahwa kegiatan ini dijadwalkan akan digelar di Aula SMK Negeri Sumsel pada hari Selasa, 12 Februari 2019 mendatang. “Selama ini kegiatan yang serupa kerap digelar, namun hanya sebatas sekolah-sekolah yang mengundang Lembaga Internusa. Dan kali ini secara menyeluruh bagi SMK baik negeri maupun swasta se Sumsel diharapkan lebih maksimal kebermanfaatnya bagi para siswa-siswi, sehingga apabila mereka terjun di dunia kerja dan industry memiliki, melalui kegiatan ini kita harapkan lulusan SMK memiliki karakter, antara lain tepat waktu, disiplin, teratur, dan mampu menjaga lingkungan kerja supaya rapi dan bersih. Hal-hal sederhana tentang sikap itu harus sudah dibiasakan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah (SMK). “Kalau dari sekolah tidak dibiasakan, karakter itu akan susah dibentuk di tempat kerja, “pungkasnya (hasan basri)







![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-225x129.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-225x129.jpg)
![Koalisi Pers Sumsel saat menemui Komisioner Komisi Kepolisian Nasional [Kompolnas], Dr Supardi Hamid, di Mapolda Sumsel, Senin 19 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261019-WA0011-225x129.jpg)



![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-129x85.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

