Dinas Pendidikan Sumsel Gandeng Internusa

- Jurnalis

Sabtu, 9 Februari 2019 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drs. H. Widodo, M.Pd - Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan

Drs. H. Widodo, M.Pd - Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Tak bisa dipungkiri, pelajar sebagai generasi muda saat ini masuk di era millenial di abad 21. Sebuah situasi yang banyak orang menyebut era disrubtion 4.0. Terlebih, fenomena ini dihadapkan pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dituntut langsung masuk ke dunia kerja setelah lulus dan keluhan perusahaan tentang kecerdasan (emosional emotional quotient) siswa yang belum mumpuni. Karena itu lulusan SMK harus memiliki hard skill atau keterampilan yang menjadi salah satu kompetensi mereka. Tidak hanya itu, soft skill berupa karakter yang baik juga harus dimiliki lulusan SMK sebagai tenaga kerja terampil di dunia industri.

Berangkat dari hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan Sumsel menggandeng Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) dengan menggelar Development Trainint Berbasis Emotional Spiritual Quotient bagi siswa SMK negeri dan swasta se Sumatera Selatan. “Kita berharap siswa kita memiliki keseimbangan mengenai penguasaan Intelegent Quotient, Emotional Quotient dan juga Spiritual Quotient,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd, saat menyambut audiensi tim Internusa di Kantor Disdik Sumsel, Jumat (8/2).

Lanjut Widodo, harus diakui memang tiga kecerdasan tersebut sangat penting dalam membekali siswa agar benar-benar siap. Apalagi lulusan SMK memang harus benar-benar siap dalam memasuki Dunia Kerja dan Dunia Industri atau Dudi. “Jadi kita ingin ada pembinaan pasca kegiatan ini, apakah ada satu sekolah binaan yang akan menjadi percontohan tentang pengembangan Development Training melalui pendekatan Emotional Spiritual Quotient,”harapnya.

Senada dengan itu dikatakan Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumsel Dra Erlina MM mengakui banyak keluhan dari perusahaan mengenai anak-anak SMK, baik itu yang sudah magang atau pun yang sudah bekerja. “Terutama mengenai keluhan attitude, kedisplinan, rasa saling memilikinya. Saya yakin secara keahlian anak-anak SMK Sumsel sudah mumpuni di sekolahnya, tapi secara kecerdasan emosional dan spiritual perlu sentuhan lagi dan salah satunya melaluo kegiatan ini,”urainya.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Senada dengan itu dikatakan Ketua Pelaksana Development Training Emotional Spiritual Quotient dari Lembaga Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Anggra Agustina, SPd sangat mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Sumsel untuk menggandeng Internusa dalam kegiatan Development Training. “Dan pada kegiatan ini nanti akan diisi langsung oleh Trainer langsung dari Internusa yakni Bang Andi Ahmad Zikrillah dan Mas Sugiarto, SPd, CPS beserta tim Internusa,”urainya.

Baca Juga:  SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Dikatakan Anggra bahwa kegiatan ini dijadwalkan akan digelar di Aula SMK Negeri Sumsel pada hari Selasa, 12 Februari 2019 mendatang. “Selama ini kegiatan yang serupa kerap digelar, namun hanya sebatas sekolah-sekolah yang mengundang Lembaga Internusa. Dan kali ini secara menyeluruh bagi SMK baik negeri maupun swasta se Sumsel diharapkan lebih maksimal kebermanfaatnya bagi para siswa-siswi, sehingga apabila mereka terjun di dunia kerja dan industry memiliki, melalui kegiatan ini kita harapkan lulusan SMK memiliki karakter, antara lain tepat waktu, disiplin, teratur, dan mampu menjaga lingkungan kerja supaya rapi dan bersih. Hal-hal sederhana tentang sikap itu harus sudah dibiasakan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah (SMK). “Kalau dari sekolah tidak dibiasakan, karakter itu akan susah dibentuk di tempat kerja, “pungkasnya (hasan basri)

Berita Terkait

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:17 WIB

EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:48 WIB

CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Minggu, 27 September 2026 - 13:21 WIB

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Berita Terbaru