Cegah TPPO, Syaiful Fadli: Harus Dikawal dari Hulu hingga Hilir

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs H Syaiful Fadli

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs H Syaiful Fadli

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Meminimalisasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Sumatera Selatan, perlu adanya peningkatan sinergitas lintas lembaga yang harus ditingkatkan.

Sebab, berdasarkan Undang-Undang 13/2023 tentang Perlindungan terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin hak hak dasar pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha.

Kembalinya tenaga kerja ke tanah air, harus ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Selatan.

Terkait masalah itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs H Syaiful Fadli, mengatakan sebagai mitra Komisi V, pihak Disnakertrans Sumsel harus melakukan pengawalan terhadap perusahaan agensi tenaga kerja.

“Kami sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan penyalur tenaga kerja, untuk melihat kondisi di lapangan agar tak terjadi modus perdagangan orang,” ujar Syaiful dalam wawancara dengan awak media ini, Senin 31 Juli 2023.

Menurut politisi Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Sumsel tersebut, apabila tidak dikawal dari hulu, maka di hilir akan terjadi bola salju yang luar biasa.

Baca Juga:  Pabrik Miras Oplosan Merek Terkenal di Banyuasin Digerebek, Rp620 Juta Dista

“Karena itu kita akan terus mengawal agar tak terjadi perdagangan orang dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Komisi V sudah mengimbau Disnakertrans agar melakukan pengawasan secara intens. Dengan pengawasan ketat, akan dapat mencegah terjadinya aksi perdagangan manusia.

“Kita harus memberikan efek jera kepada lembaga-lembaga yang bisa memberikan dampak buruk yang bisa merugikan orang,” tegasnya.

Syaiful berharap agar pihak kepolisian dapat menganulir semua permasalahan soal TPPO, sehingga kedepannya tidak terjadi perdagangan orang seperti yang terjadi di luar Sumsel.

Terkait soal itu, kolaborasi semua elemen termasuk aparat kepolisian dan DPRD harus dilakukan secara terorganisir, sehingga tak terjadi lagi aksi perdagangan manusia.

Menurut Syauful, DPRD Sumsel siap berkoordinasi untuk menekan aksi TPPO, termasuk mendorong Gubernur Sumsel untuk membuat peraturan khusus tertulis untuk para penyalur TKI.

Adanya Pergub, katanya, untuk mendisiplinkan lembaga penyalur sehingga tidak ada lagi orang yang dengan mudahnya pergi keluar negeri.

Baca Juga:  Konsesi PT Hindoli Membara, Pemerhati Lingkungan: Bukan Kelalaian tapi Pembiaran

Syaiful berharap agar aspirasi terkait TPPO dibawa ke DPR RI untuk disampaikan ke Fraksi PKS DPR RI agar bisa ditanggulangi.

Agar lintas Kementerian Ketenagakerjaan, Imigrasi, dan Polri bersinergi untuk menganulir segala persoalan yang bisa menimbulkan TPPO di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

Proses edukasi kepada lembaga penyalur harus diperhatikan secara serius, dalam hal ini Disnakertrans, kemudian lembaga terkait sebagai pengawal dari lembaga terkait yang memberikan penyaluran itu, termasuk dalam reses akan disuarakan ke daerah pemilihan.

Sementara itu, Polda Sumsel melalui Kepala Unit (Kanit) 1 Subdit V Kamsus Direktorat Intelkam telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sumsel.

Misalnya bersinergi dengan stakeholder terkait, yakni Dinas PPA, Disnaker dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) termasuk menebar beberapa spanduk secara masif di beberapa titik pasilitas umum yang ramai dilewati orang.

Laporan Anto Narasoma | Editor AbV

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB