“Selain itu IOWave juga menjadi salah satu indikator mewujudkan Tsunami Ready Community. Seluruh masyarakat yang berada di wilayah rawan tsunami, harus terlatih dan paham bagaimana merespon warning, baik tsunami Warning ataupun Natural Warning,” imbuhnya.
Ia menegaskan cita-cita besar untuk mewujudkan zero victims apabila terjadi gempabumi dan tsunami, bukanlah hal mustahil yang tidak mungkin diwujudkan sepanjang seluruh pihak dapat bersama-sama bergotong royong membangun budaya siaga bencana.
“Pemerintah tidaklah dapat bekerja sendiri untuk mengatasinya. Seluruh komponen bangsa baik itu Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Masyarakat, dan Media perlu bersinergi untuk terus menggalakkan upaya-upaya mitigasi bencana,” ujarnya.
Peristiwa Tsunami Palu Tahun 2018, dimana tsunami datang sangat cepat sebelum Peringatan Dini Tsunami dikeluarkan, memberikan pelajaran penting bahwa masyarakat adalah kunci yang perlu terus dilatih untuk dapat terampil melakukan evakuasi mandiri agar dapat selamat dari bencana.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-225x129.jpg)





![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-129x85.jpg)









