“Kegiatan ini juga sebagai perangkat efektif melatih dan menguji SOP Peringatan Dini Tsunami secara “End to End” dari hulu ke hilir yaitu dari Tsunami Service Provider (TSP) kepada National Tsunami Warning Center dan diteruskan ke Disaster Manajemen Office dan Community,” kata Hanif.
Sesuai dengan manual IOWave23 bahwa mekanisme dan skenario yang telah disepakati oleh Task Team IOWave23 terdapat empat skenario latihan dan dilaksanakan pada tanggal 4, 11, 18 dan 25 Oktober 2023. Tiga Skenario latihan tersebut dengan pusat gempa di Nicobar Island, Pantai Iran, Selatan Jawa dan satu skenario non tektonik di Kerguelen Island Australia.
Pilihan dari beberapa skenario ini menjadi kesempatan pada negara-negara di Samudera Hindia untuk memilih scenario yang paling terdampak guna menguji SOP dan dilakukan perbaikan untuk diujikan kembali pada scenario berikutnya.
Hanif menyebut ini adalah salah satu bentuk Kontribusi dan Komitmen kita untuk Inisiatif Global Early Warning For All. Dalam hal ini IOWave menjadi sarana evaluasi bagaimana peringatan dini terkoneksi dari hulu ke hilir. Semua sektor mendapatkan akses peringatan dini akan tetapi akses peringatan dini saja tidak cukup. Pada tingkat hilir warning ini harus direspon dengan cepat, sehingga terwujud Early Warning, Early Action.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-225x129.jpg)





![Sri Fitriyana, saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] OKU Selatan.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260504-WA0030_copy_627x619-129x85.jpg)









