WIDEAZONE.COM, SEMENDO — Meski waduk Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim tampak jernih dan tenang, masyarakat harus hati-hati.
Sebab seorang remaja yang berenang bersama temannya Maulidin (16) yang bermain di sana, kemudian berenang, seorang di antaranya tewas tenggelam.
Korban bernama Safriansyah (16). Awalnya, korban bermain bersama Safriansyah ke lokasi. Karena tergiur mandi di lokasi waduk, kedua remaja itu pun berenang.
Namun mujur tak dapat diraih, malang pun tak mampu ditolak. Ketika keduanya berenang ke tengah waduk, Safriansyah dan Maulidin terjebak ke kawasan terdalam di perairan waduk.
Ternyata, remaja warga Desa Danau Gerak itu tak mampu mengendalikan arus yang menjerat dirinya ke arus berpalung dalam.
Sementara Maulidin selamat dari pusaran arus, sedangkan Safriansyah harus tewas di kedalaman waduk. Peristiwa itu terjadi Sabtu (5/10/2019).
Setelah berhasil menyelamatkan diri, Maulidin segera memberitahukan masyarakat atas petaka yang mereka alami.
Terkait kejadian itu, warga membentuk tim penyelam untuk mencari jasad Safriansyah. Mereka bekerja keras untuk menemukan remaja itu.

Setelah bekerja keras, akhirnya tim penyelam menemukan jasad Safriansyah di kedalaman bendungan tersebut.
Menurut seorang penyelam, wajar apabila korban tak dapat menyelamatkan diri. Karena arus air di antara palung ada yang dangkal dan ada dasar tanah yang dalam. Sedangkan arus di bawahnya cukup deras.
“Dengan keadaan berpalung dalam dan derasnya arus air, Safriansyah tak mampu menyelamatkan dirinya,” ujar penyelam itu ke pada Wideazone.com, Minggu (6/10/2019).
Menurut dia, pencarian dilakukan penyelam sejak Sabtu sore hingga subuh (Minggu). Tubuh Safriansyah tenggelam di dasar air berkedalam lima meter. Karena airnya keruh, tim penyelam agak kesulitan menemukan korban.
Selain para penyelam, yim dari Palang Merah Indonesia (PMI) setepat ikut berjaga-jaga di lokasi kejadian.
Sementara itu, Tohmen (35) saksi mata yang melihat kejadian, mengatakan dirinya melihat kedua remaja itu mandi di waduk tersebut.
“Saya kira mereka sudah mengetahui keadaan waduk. Ternyata seorang di antaranya tewas tenggelam. Karena mereka tidak mengetahui jika dasar waduk sangat dalam,” kata Tohmen kepada awak media ini. (*)
Laporan : Agus Putra Luntar/Alamsyah



















