Aktivitas Angkutan Batu Tambang Tuai Keluhan Warga Tumijaya: Picu Polusi Udara dan Kerusakan Jalan

Angkutan Batu Tambang melintas di Jalan Warga Tumijaya, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Angkutan Batu Tambang melintas di Jalan Warga Tumijaya, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

WIDEAZONE.com, OKU TIMUR | Aktivitas truk yang mengangkut material batu tambang di kawasan Desa Tumijaya, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, dikeluhkan warga. 

Persoalan terungkap kala ratusan angkutan tersebut disinyalir bermuatan Over Dimensi Over Loading [ODOL] hilir mudik di jalan warga sekitar hingga berdampak pada polusi udara [debu].

banner 468x60

“Kami sudah resah, melihat aktivitas ratusan truk tambang tersebut selalu menimbulkan polusi udara, yang membuat kami merasakan gangguan pernapasan seperti sesak napas,” cetus Imam salah satu warga Tumijaya. Kamis 18 Juli 2023.

Dampak polusi udara bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan warga terutama anak-anak terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut [ISPA] dan batuk-batuk. Selain itu, juga dapat membahayakan kesehatan hingga mengganggu daya tembus pandang mata warga sekitar.

Tak hanya itu, ungkap Imam, selain polusi udara, warga juga mengeluhkan parahnya kerusakan jalan imbas dari truk pengangkut meterial batu tambang tersebut.

Padahal, diketahui jalan Kabupaten tersebut adalah jalan yang hanya mampu dilintasi mobil truk dengan bermuatan maksimal 8 ton.

“Sepengetahuan kami, jalan kabupaten yang melintasi Desa Tumi jaya hingga Desa Jayapura [lengot] ini diperbaiki Pemkab tahun 2017 yang lalu. Ya, lebih kurang 5 tahun lalu, saat ini lihat sendiri, jalan sudah rusak kembali,” keluhnya dengan nada kesal. 

Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan aparat Kepolisian agar lebih bertindak tegas dan jangan tutup mata dalam menyikapi hal ini.

“Kami harap, Pemkab OKU Timur dan aparat Kepolisian jangan tutup mata terkait truk pengangkut material batu tambang yang telah menyebarkan polusi udara dan membuat kerusakan parah pada jalan desa kami ini,” tegasnya seraya meminta ketegasan. 

Laporan Rizal Arisandi